Ustaz Nyaris Dibegal Saat Hendak Isi Tausiah Subuh di Belawan, Tiga Pelaku Bersenjata Tajam

GEOSIAR.CO.ID 11 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Kawasan Belawan kembali disorot setelah seorang ustaz nyaris menjadi korban begal di bulan suci Ramadan.

Ustaz Lukmanulhakim LC (32), warga Lingkungan 22, Kelurahan Pekan Labuhan, Kecamatan Medan Labuhan, berhasil selamat setelah tiga orang bersenjata tajam mencoba menghadangnya di kawasan Jalan KL Yos Sudarso KM 21, Makden Lama, Kelurahan Belawan Bahari, Kecamatan Medan Belawan, Senin (9/3/2026) sekitar pukul 05.10 WIB.

Kejadian bermula saat ustaz lulusan Kairo, Mesir itu tengah dalam perjalanan mengisi tausiah Subuh di sebuah mushola di kawasan Lorong Stasiun Belawan. Sesampainya di sekitar kawasan Makden Lama, sebuah sepeda motor dari belakang membunyikan klakson panjang ke arahnya. Ia curiga dan langsung memperlambat laju motornya. Tiga orang tiba-tiba muncul dari pinggir jalan dan mencoba menghadangnya sambil menenteng senjata tajam.

“Saya hendak mengisi tausiah Subuh di mushola daerah Lorong Stasiun Belawan. Tiba di sekitar Makden Lama sepeda motor di belakang saya bunyikan klakson panjang, saya curiga dan kurangi kecepatan. Tiba-tiba muncul tiga orang menenteng senjata hendak menghadang, untung saya masih bisa putar arah. Alhamdulillah saya selamat meskipun saya dilempar mereka,” ujar Ustaz Lukmanulhakim saat dikonfirmasi, Senin (9/3/2026).

Akibat insiden itu, tausiah Subuh yang sedianya ia isi terpaksa batal. Ia berharap aparat kepolisian segera bertindak nyata demi keamanan warga, khususnya para pendakwah yang beraktivitas di dini hari selama Ramadan. “Kami para ustaz berharap agar polisi dapat memberikan rasa aman dan nyaman terhadap masyarakat. Sekarang ini kami hendak tausiah pun jadi takut melintas di Belawan,” tegasnya.

Kawasan Belawan memang dikenal sebagai salah satu titik rawan kejahatan jalanan di Kota Medan. Sebelumnya, warga Medan Utara pernah menggelar aksi unjuk rasa di Markas Polres Pelabuhan Belawan menuntut pendirian pos polisi di titik-titik rawan seperti Makden Lama, Hotel Budi Baru, Taman PKK, dan Titi Kembar. Namun hingga kini tuntutan tersebut belum terealisasi, sementara aksi begal di kawasan itu justru dilaporkan semakin meningkat. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi terkait upaya pengejaran ketiga pelaku yang masih buron hingga berita ini diturunkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *