Presiden Korsel Akui Tak Bisa Cegah AS Tarik Rudal Patriot dari Semenanjung Korea ke Timur Tengah
GEOSIAR.CO.ID 11 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengakui negaranya tidak memiliki kewenangan untuk menghentikan pasukan Amerika Serikat yang berencana memindahkan sejumlah sistem senjata dari Semenanjung Korea ke Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Lee dalam rapat kabinet pada Selasa, 10 Maret 2026, di tengah laporan bahwa baterai rudal Patriot AS sedang dikirim keluar dari Korea untuk mendukung operasi militer di kawasan Timur Tengah.
“Tampaknya baru-baru ini timbul kontroversi mengenai Pasukan AS di Korea yang mengirimkan sejumlah senjata, seperti baterai artileri dan senjata pertahanan udara, keluar dari negara ini,” kata Lee. Ia menambahkan bahwa Seoul memang telah menyatakan keberatannya, namun tidak berada dalam posisi untuk memberikan tuntutan kepada Washington.
Penangkalan terhadap Korea Utara Diklaim Tetap Terjaga
Lee menegaskan bahwa pemindahan sebagian aset militer AS itu tidak akan menggoyahkan kapasitas pertahanan negaranya. Ia menyebut pemindahan tersebut “tidak menghambat strategi penangkalan terhadap Korea Utara,” sembari menunjuk pada anggaran pertahanan dan kemampuan konvensional Korea Selatan yang jauh melampaui Korea Utara.
Rudal Bergerak dari Osan, Tujuan Diduga Arab Saudi dan UEA
Isu ini mencuat setelah media lokal Korea Selatan melaporkan pergerakan sistem rudal Patriot dari pangkalan udara Osan di Pyeongtaek, Provinsi Gyeonggi. Laporan tersebut menyebut baterai rudal itu kemungkinan besar akan ditempatkan kembali di pangkalan militer AS di Arab Saudi dan Uni Emirat Arab, meski otoritas Korea Selatan belum mengonfirmasi laporan tersebut secara resmi.
Sebelumnya, pada Jumat 6 Maret, Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menyatakan bahwa militer kedua negara sedang berkonsultasi secara erat, namun menolak memastikan apakah rudal-rudal itu memang akan segera dipindahkan untuk digunakan dalam konflik yang melibatkan Iran.
28.500 Tentara AS Jadi Tulang Punggung Pertahanan Bersama
Korea Selatan menampung sekitar 28.500 personel militer AS beserta sistem pertahanan permukaan udara, termasuk baterai rudal Patriot, sebagai pilar pertahanan bersama dalam menghadapi ancaman Korea Utara yang bersenjata nuklir.
Para analis keamanan memperingatkan bahwa pemindahan aset pertahanan udara tersebut bisa menciptakan celah dalam tameng pertahanan Korea Selatan. Shin Jong-woo, Sekretaris Jenderal Forum Penelitian Pertahanan Korea, menyatakan bahwa jika serangan udara AS ke Iran terus berlanjut, Washington kemungkinan akan memanfaatkan lebih banyak kekuatan tempur dan sumber daya dari pasukannya di Korea Selatan.
Konflik antara AS-Israel dengan Iran sendiri kini memasuki hari ke-11 sejak serangan pertama dilancarkan pada 28 Februari 2026, dengan dampak yang terus meluas ke berbagai penjuru kawasan.
www.geosiar.co.id

