Sejumlah Pejabat Eselon 3 Pemkab Deli Serdang Mundur, Semua Berdalih Alasan Kesehatan

GEOSIAR.CO.ID 12 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

LUBUK PAKAM, GEOSIAR.CO.ID – Gelombang pengunduran diri pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deli Serdang meluas ke jajaran eselon 3.

Setelah sebelumnya sejumlah pejabat eselon 2 atau setingkat kepala dinas mengajukan surat yang sama, kini giliran beberapa kepala bidang (Kabid) mengikuti langkah serupa. Seluruh pejabat yang mundur itu mencantumkan alasan yang seragam dalam surat resmi mereka, yakni kondisi kesehatan yang menurun.

Kabid SMP Jumakir Ikut Mundur, Kini di Dinas Perpustakaan

Salah satu pejabat yang menjadi sorotan adalah Jumakir, Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Deli Serdang. Jumakir dikenal sebagai pejabat senior yang pernah menjabat Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebelum dilantik sebagai Kabid Pembinaan SMP beberapa bulan terakhir. Ia juga pernah beberapa kali menjadi kepala sekolah. Setelah surat pengunduran dirinya diproses, Jumakir dipindahkan ke Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Deli Serdang. Kepala Dinas Pendidikan Deli Serdang, Suparno, membenarkan pengunduran diri tersebut sekaligus membantah ada unsur paksaan di baliknya. “Iya kemarin dia mengajukan pengunduran diri. Bukan karena itulah. Katanya karena alasan kesehatan gitu,” kata Suparno, Rabu (11/3/2026).

Kadis dan Kabid Ketapang Mundur Beriringan

Fenomena serupa terjadi di Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Deli Serdang. Kabid Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan, Mahyudin Siregar, mengajukan pengunduran diri tidak lama setelah atasannya, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Rahman Saleh Dongoran, lebih dahulu menyerahkan surat yang sama. Keduanya diketahui memiliki rekam jejak bersama sejak sama-sama bertugas di Dinas Pertanian Deli Serdang beberapa waktu lalu. Rahman singkat menjawab pertanyaan wartawan soal alasannya. “Iya mengundurkan diri saya, ya karena alasan kesehatanlah. Nggak usah diperpanjanglah karena memang kurang sehat saya ini,” ucapnya.

Informasi Beredar: Pilihan Mundur atau Sanksi Disiplin

Di balik keseragaman alasan “kesehatan” itu, beredar informasi bahwa pengunduran diri massal ini sebenarnya dipicu oleh permintaan pimpinan terkait dugaan penyalahgunaan kewenangan. Para pejabat tersebut disebut-sebut dihadapkan pada pilihan sulit: mengundurkan diri secara sukarela atau menghadapi sanksi disiplin yang lebih berat. Pihak instansi terkait membantah adanya tekanan dalam proses pengunduran diri tersebut dan menegaskan semua keputusan diambil atas keinginan pribadi masing-masing pejabat. Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Deli Serdang hingga saat ini belum merinci berapa total pejabat yang sudah mengajukan pengunduran diri dalam gelombang terakhir ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *