AHY: Restrukturisasi Utang Whoosh Harus Tuntas Sebelum Kereta Cepat Diperpanjang ke Surabaya

GEOSIAR.CO.ID 12 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menegaskan pemerintah akan menyelesaikan restrukturisasi keuangan PT Kereta Cepat Indonesia China sebagai syarat utama sebelum memperpanjang jalur Whoosh ke Jawa Timur.

Pernyataan itu disampaikan AHY dalam konferensi pers Update Pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat dan Persiapan Mudik Lebaran di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (11/3/2026). Pemerintah menyebut dua proses itu kini berjalan secara paralel.

Restrukturisasi KCJB Jadi Penentu Arah Pengembangan Whoosh

AHY menyatakan pemerintah tidak akan menetapkan peta jalan perpanjangan jalur sebelum persoalan keuangan Kereta Cepat Jakarta–Bandung diselesaikan terlebih dahulu. Ia mengatakan sudah menggelar pertemuan dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan CEO Danantara Rosan Roeslani untuk membahas skema restrukturisasi utang KCIC yang mencapai Rp 116 triliun. Sebelumnya, COO Danantara Dony Oskaria menargetkan negosiasi utang tersebut dengan pihak China tuntas pada kuartal pertama 2026. “Sebaiknya kita pastikan dulu KCJB-nya tuntas, artinya solusinya sudah bisa diambil dengan baik, baru setelah itu kita kembangkan berikutnya,” kata AHY.

Prabowo Arahkan Jalur Diperpanjang Hingga Banyuwangi

AHY menyampaikan komitmen pemerintah untuk mengembangkan Whoosh jauh melampaui Surabaya, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan jalur kereta cepat menjangkau Banyuwangi, Jawa Timur. Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Kereta Api dan PT Kereta Api Indonesia terus merumuskan agar manfaat kereta cepat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat apabila rute diperpanjang. Meski demikian, AHY menekankan pemerintah tidak ingin pengembangan proyek baru mengulangi persoalan pembiayaan yang sama seperti yang dihadapi proyek Jakarta–Bandung saat ini.

Jarak Lebih Jauh Buat Kecepatan 350 Km/Jam Lebih Optimal

AHY menjelaskan secara teknis bahwa kecepatan hingga 350 kilometer per jam akan memberikan manfaat yang jauh lebih terasa apabila jarak tempuh mencapai 600 hingga 800 kilometer. Pada rute yang pendek, kereta mencapai kecepatan puncak hanya sebentar sebelum harus melambat lagi untuk persiapan berhenti di stasiun berikutnya. Jika Jakarta–Surabaya dapat ditempuh sekitar tiga jam menggunakan kereta cepat, AHY meyakini hal itu akan mengubah peta pembangunan nasional sekaligus menghadirkan pertumbuhan ekonomi baru di sepanjang jalur yang dilalui. “Kalau Jakarta-Surabaya bisa ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam saja lewat kereta, saya rasa ini akan mengubah peta pembangunan, sekaligus juga pertumbuhan ekonomi baru bisa kita hadirkan di sepanjang jalur,” ujar AHY.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *