Pihak keluarga menemukan sejumlah kejanggalan dan telah melapor ke pihak kepolisian untuk mengungkap penyebab pasti kematian korban.
Ditemukan Pacar, Pintu Kamar Terkunci dari Dalam
Penemuan jasad korban pertama kali diketahui oleh pacar korban, Sanggam Elroi Marbun (21), yang datang ke lokasi kos untuk menemui korban. Karena pintu kamar terkunci dari dalam dan korban tidak merespons panggilan, Sanggam memanggil tiga temannya, yakni Johannes JM Sinaga (20), Hardi (21), dan Francen Purba (19), untuk membantu mengecek kondisi korban. Setelah berulang kali memanggil tanpa jawaban, mereka akhirnya mendobrak pintu dan mendapati korban sudah tidak bernyawa dalam posisi telentang di dalam kamar dengan aroma tidak sedap dari tubuh korban.
Penemuan itu segera dilaporkan kepada pemilik kos, pihak kelurahan, dan Polsek Medan Tembung. Personel Polsek Medan Tembung bersama Tim Inafis Satreskrim Polrestabes Medan yang dipimpin Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang langsung turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Jasad korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara TK II Medan di Jalan K.H. Wahid Hasyim untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Keluarga Laporkan Kejanggalan, Polisi Selidiki
Pihak keluarga korban mengaku menemukan sejumlah tanda yang dinilai janggal pada tubuh Maria. Seorang anggota keluarga yang tidak bersedia disebutkan namanya menyebut terdapat memar di bawah ketiak kiri, memar pada lutut, serta pendarahan pada organ vital korban. “Kami menilai ada kejanggalan dalam kasus kematian adik kami ini. Selain terdapat tanda-tanda tersebut, kami juga menemukan handphone milik korban dalam keadaan rusak terbelah dan terdapat bercak darah di kamar mandi,” ungkap abang kandung korban di RS Bhayangkara TK II Medan, Jumat (13/3/2026).
Sementara itu, Kapolsek Medan Tembung Kompol Ras Maju Tarigan menyatakan dari pemeriksaan awal tim medis dan Inafis di TKP, belum ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Dari hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi penganiayaan,” kata Maju Tarigan, Jumat (13/3/2026). Ia menambahkan pihaknya masih melakukan pendalaman dengan memeriksa sejumlah saksi, termasuk Lurah Sidorejo Daniel Simanjuntak, guna mengungkap penyebab pasti kematian.
Sempat Mengeluh Sakit, Autopsi Dilakukan
Ayah korban, Mangatur Naibaho, mengatakan putrinya sempat mengeluhkan sakit melalui pesan WhatsApp kepada ibunya dua hari sebelum ditemukan meninggal. “Kemarin Selasa via WA ke mamanya, ada ngeluh demam dia,” kata Mangatur saat dikonfirmasi di RS Bhayangkara TK II Medan, Jumat (13/3/2026). Mangatur menegaskan keluarga melapor ke polisi semata untuk mengetahui penyebab pasti kematian Maria. “Namanya meninggal di tempat kos, sedikit banyaknya (curiga) pengen tahu penyebabnya,” ujarnya.
Autopsi telah dilakukan terhadap jasad korban sebelum jenazah dibawa ke rumah duka di Kota Tebingtinggi. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian Maria Agustina Boru Naibaho masih dalam penyelidikan kepolisian.