Korban Terus Bertambah, 103 Anak Tewas
Data terbaru Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon mencatat total korban tewas akibat serangan Israel telah mencapai 773 orang sejak konflik memanas pada awal Maret. Sebanyak 1.933 lainnya menderita luka-luka, termasuk 103 anak-anak yang kehilangan nyawa. Badan Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap sejumlah orang yang dinyatakan hilang di lokasi serangan.
WHO: 25 Fasilitas Kesehatan Diserang
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendokumentasikan setidaknya 25 serangan terpisah terhadap fasilitas kesehatan di Lebanon sejak permusuhan kembali dimulai. Agresi itu telah merenggut nyawa 16 petugas medis dan melukai 29 lainnya. Kepala delegasi Komite Palang Merah Internasional (ICRC) di Lebanon, Agnès Dhur, mendesak semua pihak yang bertikai untuk segera menghentikan kekerasan terhadap layanan medis.
Latar Belakang Konflik
Konflik ini merupakan eskalasi dari ketegangan yang sudah berlangsung lama antara Israel dan Hizbullah. Pada 2 Maret 2026, Hizbullah melancarkan roket ke Israel sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam operasi gabungan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari. Israel membalas dengan operasi darat dan udara masif di seluruh wilayah Lebanon.
850 Ribu Jiwa Mengungsi, PBB Gelontorkan Bantuan
Perserikatan Bangsa-Bangsa memperkirakan lebih dari 850.000 jiwa telah terusir dari rumah mereka sejak 2 Maret 2026. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres yang tengah berada di Beirut mengumumkan paket bantuan darurat senilai 325 juta dolar AS untuk meringankan penderitaan warga Lebanon. Guterres menyerukan dukungan internasional bagi rakyat Lebanon yang menghadapi bahaya besar dan kebutuhan mendesak.