Presiden Prabowo Perintahkan Kapolri Usut Tuntas Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

GEOSIAR.CO.ID 16 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Presiden Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mengusut tuntas kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Bidang Eksternal Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus. Peristiwa penyiraman terjadi pada Kamis (12/3/2026) pukul 23.37 WIB di kawasan Jalan Salemba I-Talang, Senen, Jakarta Pusat. Akibat serangan tersebut, Andrie mengalami luka bakar pada 24 persen tubuhnya dan kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM).

Kapolri: Perintah Langsung dari Presiden

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan arahan tersebut dalam konferensi pers pada Minggu (15/3/2026). “Saya telah mendapatkan perintah langsung dari Bapak Presiden untuk melaksanakan pengusutan tuntas secara profesional, transparan, dan tentunya langkah-langkah yang kita lakukan tetap mengedepankan scientific crime investigation,” kata Kapolri. Ia juga memastikan pihaknya telah mendirikan posko pengaduan terkait kasus ini dan akan memberikan informasi secara transparan mengenai perkembangan penanganan perkara.

Kasus Naik ke Penyidikan

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Polisi Roby Saputra memastikan kasus ini telah naik ke tahap penyidikan. “Proses penyidikannya masih kami lakukan secara intensif,” kata Roby saat dihubungi, Minggu (15/3/2026). Polisi masih menganalisis rekaman CCTV serta memintai keterangan dari para saksi melalui metode forensik digital untuk mengidentifikasi pelaku. Penanganan perkara melibatkan Polres Jakarta Pusat, Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, hingga Mabes Polri.

Kondisi Korban

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto menyatakan korban masih menjalani perawatan dan belum bisa dimintai keterangan. “Kondisi korban masih dalam perawatan, didiagnosa mengalami luka bakar 24 persen,” ujar Budi kepada wartawan, Minggu (15/3/2026). Andrie ditangani oleh tim dokter spesialis dari berbagai bidang, meliputi mata, THT, saraf, tulang, thorax, organ dalam, dan kulit, dengan kondisi paling serius pada mata kanan yang kini mendapat penanganan khusus dari dokter spesialis mata.

Kronologi: Usai Rekaman Podcast

Andrie Yunus sedang mengendarai motor di Jalan Salemba I, Jakarta Pusat, usai melakukan perekaman siniar bertajuk “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang rampung pukul 23.00 WIB di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI). Dalam rekaman CCTV yang diputar pada konferensi pers di YLBHI, Jumat (13/3/2026), terlihat dua terduga pelaku berboncengan melintas dekat Jembatan Talang pukul 23.37 WIB, kemudian berputar balik dan berhenti sejenak sebelum melakukan penyiraman. Terduga pelaku langsung melesat ke arah Jalan Salemba Raya usai beraksi dan sempat menjatuhkan gelas berbahan baja tahan karat saat melarikan diri.

Serangan terhadap Demokrasi

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai tindakan penyiraman air keras ini merupakan serangan terhadap demokrasi. “Aktivis hak asasi manusia bekerja untuk kepentingan rakyat dan negara karena penegakan HAM dan demokrasi adalah amanat konstitusi,” kata Yusril, Sabtu (14/3/2026). Yusril mendorong aparat penegak hukum untuk tidak berhenti pada pelaku di lapangan, tetapi juga mengungkap aktor di balik peristiwa ini, karena pola serangan yang terjadi mengindikasikan adanya perencanaan yang terorganisir.

Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya menyatakan penyiraman air keras ini merupakan upaya untuk membungkam suara-suara kritis masyarakat, khususnya para pembela hak asasi manusia, dalam keterangan tertulis yang dirilis Jumat (13/3/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *