“Total volume lalin yang meninggalkan wilayah Jabotabek ini meningkat 9,6% jika dibandingkan dengan lalin normal sebanyak 740.988 kendaraan,” kata Rivan A. Purwantono, Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, dalam keterangan tertulisnya, Senin (16/3).
Arah Timur Mendominasi Arus Mudik
Distribusi lalu lintas yang meninggalkan Jabotabek terbagi ke tiga arah utama. Mayoritas sebanyak 385.245 kendaraan atau 47,4 persen menuju arah Timur melalui jalur Trans Jawa dan Bandung, diikuti 254.896 kendaraan atau 31,4 persen menuju arah Barat. Angka tersebut diperkirakan terus bertambah seiring mendekatnya hari raya.
Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Agus Suryonugroho memastikan arus mudik hingga Senin (16/3) masih terpantau terkendali. “Kami laporkan bahwa arus lalu lintas saat ini cukup terkendali. Jadi belum nampak kepadatan. Namun demikian, yang berada di tol sampai saat ini kurang lebih 25 persen yang sudah meninggalkan Jakarta, baik yang menuju ke Trans Jawa, Bandung maupun Sumatera,” katanya kepada awak media, Senin (16/3).
Dua Gelombang Puncak, One Way Berlaku Mulai 17 Maret
Korlantas Polri memprediksi arus mudik Lebaran 2026 akan mencapai puncaknya dalam dua gelombang berbeda. Gelombang pertama diperkirakan terjadi pada 14 hingga 15 Maret 2026, sementara gelombang kedua diprediksi berlangsung pada 18 hingga 19 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan, pemerintah menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way yang berlaku mulai Selasa, 17 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga Jumat, 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB, di ruas Tol Jakarta-Cikampek KM 47 hingga Tol Semarang-Solo KM 421. Kebijakan ini tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) antara Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan instansi terkait.
Ganjil Genap dan Contraflow Turut Diberlakukan
Selain sistem one way, rekayasa lalu lintas juga dilakukan melalui skema contraflow dan ganjil genap di sejumlah ruas tol utama, khususnya di jalur Trans Jawa yang menjadi jalur favorit pemudik dari wilayah Jabotabek menuju Jawa Tengah hingga Jawa Timur. Sistem ganjil genap diberlakukan di Tol Trans Jawa KM 47 hingga KM 414 serta Tol Tangerang-Merak KM 31 hingga KM 98, mulai 17 Maret 2026 pukul 14.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 24.00 WIB.
Secara keseluruhan, sekitar 3,53 juta kendaraan diproyeksikan melintas keluar Jabotabek melalui empat gerbang tol utama selama periode H-10 sampai H+10 Lebaran 2026. Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk mematuhi ketentuan lalu lintas dan merencanakan waktu perjalanan dengan baik agar dapat menghindari kepadatan kendaraan selama periode mudik maupun arus balik Lebaran 2026, sebagaimana tercantum dalam SKB Nomor KP-DRJD 854 Tahun 2026.