Daftar 10 Besar Kota Terpanas
Berdasarkan data BMKG yang dikutip dari unggahan Instagram resmi BMKG, Senin (16/3), tiga wilayah teratas dengan suhu maksimum tertinggi adalah Halim Perdana Kusuma TNIAU Jakarta Timur sebesar 35,6 derajat Celsius, Balai Besar MKG Wilayah II Ciputat Banten sebesar 35,5 derajat Celsius, dan Stasiun Klimatologi Banten Tangerang sebesar 35,4 derajat Celsius. Sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat juga masuk daftar dengan suhu mencapai 35,2 derajat Celsius.
Data BMKG menunjukkan sejumlah daerah lain juga mengalami suhu tinggi di atas 34 derajat Celsius, tersebar di Pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Daftar lengkap 20 wilayah terpanas dapat diakses melalui laman dan akun media sosial resmi BMKG.
Tiga Faktor Penyebab Cuaca Terasa Lebih Panas
“Kondisi udara yang terasa lebih panas belakangan ini umumnya dipengaruhi oleh penyinaran matahari yang cukup kuat, tutupan awan pada siang hari yang tidak merata,” kata Ida Pramuwardani, Pelaksana Harian Direktur Meteorologi Publik BMKG, saat dihubungi wartawan, Sabtu (14/3).
Selain radiasi matahari yang kuat, faktor kedua adalah karakteristik masa peralihan musim. Pada periode transisi ini, cuaca pagi hingga siang hari cenderung lebih terik, namun pada sore atau malam hari masih berpotensi terjadi hujan lokal. Faktor ketiga, Sekretaris Utama BMKG Guswanto menjelaskan bahwa posisi matahari saat ini sedang bergerak ke arah utara dari garis khatulistiwa, sehingga wilayah Indonesia bagian tengah dan selatan termasuk Jakarta menerima paparan sinar matahari lebih tegak di siang hari.
Musim Kemarau Diprediksi Datang Lebih Awal
“BMKG memprediksi musim kemarau tahun 2026 berpotensi datang lebih awal di sejumlah wilayah Indonesia. Sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi masuk musim kemarau pada periode April pada 114 ZOM, Mei 184 ZOM, dan Juni 163 ZOM, diawali dari wilayah Nusa Tenggara kemudian secara bertahap ke wilayah Indonesia lainnya,” kata Ida Pramuwardani, Ketua Tim Kerja Prediksi dan Peringatan Dini Cuaca BMKG, kepada wartawan, Senin (16/3).
BMKG memperkirakan kondisi suhu udara yang terasa panas masih berpotensi terjadi dalam beberapa hari ke depan, terutama pada siang hari saat tutupan awan berkurang. BMKG mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dan membatasi aktivitas di luar ruangan pada siang hari selama periode panas berlangsung.