Bos Djarum Michael Bambang Hartono Wafat, Empat Anak Jadi Penerus Kerajaan Bisnis

GEOSIAR.CO.ID 23 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Pemimpin Grup Djarum, Michael Bambang Hartono, meninggal dunia pada Kamis (19/3/2026) pukul 13.15 waktu Singapura. Kabar duka tersebut dikonfirmasi oleh Corporate Communication Manager PT Djarum Budi Darmawan dalam pernyataan resmi, Kamis (19/3/2026). “Keluarga Besar PT Djarum berduka cita mendalam atas wafatnya Pimpinan Kami, Pak Michael Bambang Hartono, Kamis 19 Maret 2026 pukul 13.15 waktu Singapura,” ujarnya. Mendiang meninggal dalam usia 86 tahun dan merupakan orang terkaya ke-5 di Indonesia, meninggalkan empat anak sebagai generasi ketiga penerus kepemimpinan Grup Djarum.

Dari Rokok Kretek ke Perbankan dan Bulu Tangkis

Michael Bambang Hartono lahir di Kudus dengan nama Oei Hwie Siang, putra Oei Wie Gwan, pendiri bisnis rokok. Bersama saudaranya Robert Budi Hartono, ia mewarisi Djarum setelah sang ayah wafat pada 1963 dan membangun kerajaan bisnis yang merambah perbankan, elektronik, properti, hingga infrastruktur. Michael juga memiliki peran sentral dalam mengembangkan PB Djarum yang berbasis di Kudus, Jawa Tengah, sebagai salah satu pusat pembinaan bulu tangkis paling konsisten di Indonesia.

Menurut data Forbes, kekayaan Michael Hartono tercatat senilai US$17,5 miliar atau setara Rp297,5 triliun (kurs Rp17.000 per dolar AS), sebagian besar berasal dari kepemilikan saham di PT Bank Central Asia melalui perusahaan holding Farindo Holding Ltd bersama adiknya, yang menguasai lebih dari separuh saham BCA.

Empat Anak Siap Pimpin Generasi Ketiga

Roberto Setiabudi Hartono, anak sulung, menjabat sebagai Komisaris PT Bukit Muria Jaya dan terlibat dalam bisnis PT Hartono Istana Teknologi atau Polytron. Vanessa Ratnasari Hartono tercatat sebagai pemegang saham PT Caturguwiratna Sumapala dan PT Tricipta Mandhala Gumilang, sementara Stefanus Wijaya Hartono turut mengurus bisnis PT Djarum dan terlibat di Sarana Menara Nusantara sebagai bagian dari unit bisnis Grup Djarum. Tessa Natalia Hartono, anak bungsu, dikenal publik sebagai mantan Presiden Direktur PT Grand Indonesia dan sejak Desember 2016 menjabat sebagai penasihat perusahaan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *