Mantan Kepala Kas BNI Kabur ke Australia, Tujuh Tahun Gasak Rp28 Miliar Uang Jemaat Katolik

GEOSIAR.CO.ID 25 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

LABUHANBATU, GEOSIAR.CO.ID -Selama tujuh tahun, Andi Hakim Febriansyah, mantan Kepala Kas Bank Negara Indonesia (BNI) Unit Aek Nabara, Cabang Rantauprapat, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, menjalankan skema penggelapan terhadap dana Credit Union (CU) Gereja Katolik Paroki Santo Fransiskus Asisi Aek Nabara senilai Rp28 miliar. Polda Sumatera Utara menetapkannya sebagai tersangka pada 18 Maret 2026, setelah serangkaian penyelidikan menemukan bukti yang cukup. Namun begitu dipanggil untuk diperiksa, Andi sudah lebih dulu terbang ke Australia melalui Bandara Ngurah Rai, Bali, pada 28 Februari 2026, bersama istrinya, Camelia Rosa.

Modus: Produk Fiktif, Bunga Palsu, dan Dokumen Aspal

Segalanya bermula pada 2019. Andi Hakim memanfaatkan kepercayaan gereja dan statusnya sebagai pejabat bank untuk menawarkan produk investasi bernama “BNI Deposito Investment” dengan iming-iming bunga delapan persen per tahun. Produk itu tidak pernah ada di BNI. “Produk ini tidak dikeluarkan oleh BNI. Namun tersangka mengatakan bahwa ada produk yang dapat memberikan bunga sebesar 8 persen per tahun. Sementara rata-rata bunga yang biasa diberikan itu sebesar 3,7 persen,” kata Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, Kombes Pol Rahmat Budi Handoko, dalam keterangan pers di Polda Sumut, Rabu (18/3/2026).Agar jemaat tidak curiga, Andi bahkan rela mengeluarkan uang pribadinya secara berkala seolah-olah itu adalah bunga dari investasi yang sedang berjalan. Pada saat yang sama, ia menerbitkan 24 instrumen bilyet deposito palsu bernilai total sekitar Rp25 miliar, memalsukan tanda tangan nasabah atas nama Manotar Marbun pada formulir penarikan tunai, lalu mengalirkan dana secara diam-diam ke tiga kantong: rekening pribadinya, rekening istrinya Camelia Rosa, dan rekening perusahaan mereka, PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera. Nomor bilyet yang diterbitkan pun tidak sesuai standar perbankan, sesuatu yang baru terdeteksi ketika bank melakukan investigasi internal.

Dana Rp28 Miliar Mengalir ke Rekening Pribadi dan Perusahaan Miliknya

Berdasarkan hasil penyelidikan Polda Sumut, uang jemaat yang terkumpul selama bertahun-tahun tidak pernah masuk ke sistem BNI. Setelah diterima, dana langsung dipindahkan ke rekening Andi, Camelia Rosa, dan PT Chiara Keanu Chareem Sejahtera. Pihak kepolisian tengah menelusuri lebih jauh ke mana persisnya uang sebesar itu diputar, termasuk kemungkinan pembelian aset di luar Labuhanbatu.Kasus mulai terkuak ketika pada Desember 2025 tersangka menarik seluruh dokumen bilyet dengan alasan pembaruan data. Pada 23 Februari 2026, pegawai BNI pengganti Andi, Ari Septian Saragih, mendatangi kantor CU gereja dan menyampaikan bahwa Andi telah pensiun dini. Suster Natalia Situmorang kaget dan langsung mengungkapkan bahwa pihak gereja menitipkan dana dalam jumlah besar kepada Andi. Investigasi internal bank pun digelar dan semuanya terbongkar.

Buron ke Australia, Red Notice Sudah Diajukan

Andi mengajukan cuti pada 9 Februari 2026, mengundurkan diri dari BNI pada 18 Februari, dan resmi tercatat sebagai karyawan pensiun dini terhitung 20 Februari 2026. Dua hari setelah laporan polisi masuk pada 26 Februari, ia sudah berada di Bali bersama istrinya sebelum terbang ke Australia pada 28 Februari 2026. “Artinya, dua hari setelah dilaporkan, dia sudah bergerak dari Bali menuju Australia menggunakan pesawat,” kata Kombes Pol Rahmat Budi Handoko.Polda Sumut belum menetapkan Andi sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) secara resmi, meski pihak kepolisian sudah mengajukan Red Notice ke Interpol dan berkoordinasi dengan Australian Federal Police. BNI sendiri sudah mengakui adanya kehilangan dana dan berjanji memberikan talangan sebesar Rp7 miliar kepada jemaat paling lambat 31 Maret 2026. Ratusan jemaat sempat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor BNI Rantauprapat pada 12 Maret 2026, menuntut kejelasan nasib tabungan mereka yang sudah dikumpulkan selama bertahun-tahun.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *