Setiap 20 Menit Satu Orang Tewas di Jalan Raya Indonesia

GEOSIAR.CO.ID 26 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia berada dalam kondisi mengkhawatirkan. Sepanjang 2025, tercatat rata-rata satu orang meninggal dunia setiap 20 menit di jalan raya, menjadikan lalu lintas sebagai salah satu penyebab kematian yang paling konsisten namun kerap luput dari perhatian serius pemerintah di luar musim mudik.

Ketua Dewan Pengawas Road Safety Association (RSA) Indonesia, Rio Octaviano, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 tercatat 158.508 kejadian kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 24.296 orang meninggal dunia dan total korban terdampak mencapai 238.878 jiwa. detik Rio menyampaikan data ini dalam keterangan tertulisnya kepada media, Kamis (26/3/2026).

Jalan Normal Justru Lokasi Paling Mematikan

Data RSA Indonesia mengungkap paradoks berbahaya: sebanyak 137.658 kasus kecelakaan terjadi di jalan lurus, 153.930 kasus pada permukaan jalan yang baik, dan 151.289 kasus dalam cuaca cerah. Temuan ini mematahkan asumsi lama bahwa kecelakaan terutama terjadi akibat jalan rusak atau cuaca buruk.

“Ini bukan sekadar angka statistik. Ia mencerminkan bahwa sistem keselamatan jalan masih memerlukan penguatan yang lebih serius dan terintegrasi,” kata Rio Octaviano dalam keterangannya, Kamis (26/3/2026). Menurutnya, fakta bahwa kecelakaan justru dominan terjadi dalam kondisi normal menunjukkan akar masalah ada pada perilaku pengemudi dan lemahnya pengawasan berkelanjutan.

Sepeda Motor Dominan, Jutaan Pengemudi Tanpa SIM

Sepeda motor mendominasi jenis kendaraan yang terlibat kecelakaan, yakni sebanyak 212.414 unit, jauh melampaui angkutan barang yang tercatat 29.174 unit dan bus sebanyak 21.269 unit. Dari sisi kepatuhan administratif, terdapat 63.013 pelaku kecelakaan yang tidak memiliki Surat Izin Mengemudi, angka yang jauh melampaui pemegang SIM C sebanyak 14.033 orang dan SIM A sebanyak 1.052 orang.

Rio menilai kondisi ini mencerminkan tantangan serius dalam aspek kepatuhan, kompetensi, serta pengawasan berlapis terhadap pengemudi di seluruh Indonesia. Jutaan pengendara motor yang melintas setiap hari tanpa kelengkapan dokumen resmi menjadi bom waktu yang terus berdetak di jalan raya.

Perhatian Pemerintah Hanya Hidup Saat Mudik

Rio menyoroti pola yang berulang setiap tahun, yaitu perhatian pemerintah terhadap keselamatan jalan hanya memuncak menjelang musim mudik, lalu memudar setelah arus balik selesai. Ia mengingatkan bahwa pejabat yang digaji oleh negara untuk melayani masyarakat seharusnya menyadari bahwa tugas mereka jauh lebih penting dari sekadar merencanakan dan mengumumkan kebijakan selama mudik.

“Kenapa kebijakan keselamatan tidak berjalan dengan konsisten sepanjang tahun? Mengapa perhatian yang sama tidak diberikan setiap hari, setiap detik di jalan raya Indonesia?” ujar Rio. Ia mendesak pemerintah untuk membangun sistem pengawasan keselamatan jalan yang berjalan sepanjang tahun, bukan hanya responsif terhadap tekanan musiman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *