Modal Rp 3,5 Miliar, Pemilik Dapur MBG Viral Joget Akui Belum Balik Modal

GEOSIAR.CO.ID 26 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

BANDUNG BARAT, GEOSIAR.CO.ID -Hendrik Irawan, pemilik dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang viral akibat aksi joget sambil memamerkan penghasilan dari program Makan Bergizi Gratis, akhirnya buka suara. Di balik kontroversi yang membuatnya dicecar warganet, pria itu mengungkap fakta yang selama ini tidak diketahui publik: modal miliaran rupiah yang ia tanamkan hingga kini belum kembali.

Hendrik mengaku telah mengeluarkan modal hingga Rp 3,5 miliar untuk membangun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Desa Pangauban, Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi. Seluruh modal itu berasal dari koceknya sendiri, bukan dari dana pemerintah.

“Saya membangun SPPG ini tidak memakai uang pemerintah. Nah dari pemerintah berkolaborasi dengan mitra, uang itu hanya pengganti selama program berjalan,” kata Hendrik dalam unggahan videonya yang beredar, Kamis (26/3/2026). Ia menegaskan bahwa investasi yang ditanamkannya murni merupakan risiko bisnis yang ia tanggung sendiri.

Insentif Rp 6 Juta Bukan Per 30 Hari

Meskipun mendapatkan insentif sebesar Rp 6 juta per hari, Hendrik meluruskan bahwa perhitungannya bukan 30 hari dalam sebulan melainkan hanya 24 hari, mengikuti jadwal operasional program. Dengan demikian, total penerimaan bulanannya jauh di bawah angka yang beredar di media sosial.

“Jujur saja kami belum balik modal sampai sekarang. Lalu uang itu, bukan Rp 6 juta dikali 30 hari, tapi dikalikan 24 hari,” kata Hendrik. Ia juga menegaskan bahwa insentif yang diterimanya tidak mengurangi kualitas atau hak anak bangsa yang menjadi penerima manfaat program.

Minta Maaf, Protes Jadi Satu-satunya Sasaran

Hendrik menyayangkan mengapa hanya dirinya yang menjadi sasaran kemarahan warganet, padahal seluruh pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi di Indonesia mendapatkan nominal insentif yang sama. Ia pun meminta maaf atas kegaduhan yang ditimbulkan aksi jogetnya di media sosial.

“Semua SPPG dapat, jadi bukan saya saja yang dapat. Tapi kenapa netizen menyerang saya saja,” ujar Hendrik. Badan Gizi Nasional sebelumnya telah merespons dengan menangguhkan operasional dapur milik Hendrik dan menyebut videonya sebagai tindakan berlebihan yang tidak mencerminkan etos penyelenggaraan program gizi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *