Meyakinkan Korban dengan Cairan Kimia
Kepala Subbidang Penerangan Masyarakat Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Polisi Andaru Rahutomo, menjelaskan modus yang digunakan kedua tersangka saat ditemui di Polda Metro Jaya, 27/3. Tersangka meyakinkan korban bahwa kertas hitam yang menyerupai uang dolar dapat diubah menjadi dolar asli dengan bantuan cairan kimia tertentu. “Satu barang bukti yang kita amankan berupa sebotol cairan yang menurut tersangka sebagai sarana untuk menipu korban. Cairan itu yang digunakan untuk memanipulasi korban sehingga korban mau menyerahkan uang,” ujarnya.
Selain botol cairan, penyidik turut menyita beberapa koper dan brankas yang diduga digunakan sebagai sarana pelengkap dalam menjalankan aksi penipuan. Isi brankas belum diungkap ke publik karena proses penyidikan masih berlangsung. Jumlah kerugian korban juga belum dapat dipastikan karena penyidik Satreskrim Polres Metro Jakarta Barat masih menghitung apakah penipuan terjadi dalam satu tahap atau beberapa tahap.
Korban Baru Sadar Setelah Berbulan-bulan
Berdasarkan laporan yang diterima polisi, korban asal Korea Selatan tersebut tidak langsung menyadari bahwa dirinya telah ditipu. Ia baru melapor ke Polres Metro Jakarta Barat pada 8 Maret 2026, jauh setelah kejadian yang diperkirakan berlangsung pada September hingga Desember 2025. Hingga saat ini, baru satu orang korban yang tercatat secara resmi membuat laporan polisi, meskipun penyidik tidak menutup kemungkinan adanya korban lain.
Modus black dollar dikenal sebagai penipuan di mana pelaku menampilkan lembaran kertas berwarna hitam yang diklaim sebagai uang dolar asli yang tersembunyi oleh lapisan kimia. Berdasarkan keterangan dari Badan Perlindungan Bea Cukai Amerika Serikat, uang palsu jenis ini tidak akan tampak menyerupai dolar asli bila diperiksa di bawah sinar ultraviolet. Pelaku biasanya mencampurkan satu atau dua lembar dolar asli di antara tumpukan kertas hitam untuk memperkuat kepercayaan korban.