Diduga Keracunan Gas AC, Dua Mahasiswa Ditemukan Tewas dalam Mobil di Pidie Jaya

GEOSIAR.CO.ID 28 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

PIDIE JAYA, GEOSIAR.CO.ID -Dua mahasiswa Program Ners Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe ditemukan meninggal dunia di dalam kabin mobil Honda Jazz bernomor polisi BK 1508 JI yang terparkir di pinggir jalan rel kereta api lama, kawasan Gampong Keude Luengputu, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, pada Senin (23/3/2026) malam sekitar pukul 23.55 WIB. Kedua korban adalah Misbahuddin (24), warga Kabupaten Bireuen, dan Husnaini Syahada (25), warga Kabupaten Bener Meriah, yang keduanya telah menyandang gelar Sarjana Keperawatan. Berdasarkan hasil visum sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh kedua korban.

Mesin dan AC Menyala, Kaca Tertutup Rapat

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya, Ajun Komisaris Polisi Saiful Kamal, menyatakan dugaan sementara adalah korban meninggal akibat menghirup gas karbon monoksida yang terperangkap di dalam kabin mobil saat dikonfirmasi, 25/3. Kondisi tersebut terjadi karena mesin dan pendingin udara (AC) mobil tetap menyala sementara seluruh kaca jendela tertutup rapat tanpa sirkulasi udara yang memadai. Tim Identifikasi Polres Pidie Jaya bersama personel Koramil telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti termasuk kendaraan, telepon genggam, uang tunai, dan kartu ATM milik korban.

Warga setempat pertama kali melihat kendaraan itu terparkir sejak pukul 16.00 WIB, namun tidak langsung mencurigai karena situasi masih dalam suasana libur Lebaran dan kondisi umum pemudik yang berhenti untuk beristirahat. Baru menjelang tengah malam, ketika mobil belum juga beranjak dan tidak ada respons dari dalam meski dipanggil-panggil, warga memutuskan melapor ke polisi sekitar pukul 00.05 WIB. Kapolres Pidie Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi Ahmad Faisal Pasaribu, memastikan penyelidikan masih berjalan untuk memastikan penyebab kematian kedua korban secara definitif.

Duka dari Kampus, Penyelidikan Masih Berjalan

Pihak Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe mengonfirmasi identitas kedua korban melalui unggahan ucapan duka cita resmi di media sosial lembaga tersebut. Kedua korban disebutkan merupakan mahasiswa aktif Program Profesi Ners di kampus tersebut. Jenazah keduanya telah diserahkan kepada pihak keluarga setelah selesainya proses pemeriksaan oleh pihak berwenang.

Tragedi ini kembali mengingatkan risiko beristirahat di dalam kendaraan tertutup dengan mesin menyala, sebuah praktik yang berbahaya karena gas karbon monoksida (CO) yang tidak berbau dan tidak berwarna dapat menumpuk secara perlahan tanpa disadari penumpang. Gas CO dihasilkan dari proses pembakaran mesin yang tidak sempurna dan dapat menyebabkan keracunan fatal dalam waktu singkat apabila tidak ada ventilasi udara yang cukup. Polres Pidie Jaya menyatakan akan menyampaikan perkembangan resmi penyelidikan setelah seluruh proses analisis forensik dan pemeriksaan saksi rampung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *