Separuh Ruas Jalan Lintas Simalungun-Karo Amblas, Polisi Koordinasi Percepat Perbaikan

GEOSIAR.CO.ID 28 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

SIMALUNGUN, GEOSIAR.CO.ID -Ruas jalan lintas Kabupaten Simalungun menuju Kabupaten Karo mengalami amblas hingga separuh lebar jalan di kawasan Nagori Raya Usang, Kecamatan Raya, Kabupaten Simalungun, dan kondisi ini dinilai berpotensi membahayakan keselamatan pengendara yang melintas. Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Polres Simalungun, Ajun Komisaris Polisi Verry Purba, mengeluarkan imbauan waspada kepada seluruh pengguna jalan yang hendak melintasi kawasan tersebut, Jumat (27/3/2026). Polres Simalungun telah mengirimkan tim untuk melakukan pengecekan langsung ke lokasi amblas, dipimpin oleh Kapolres AKBP Marganda Aritonang.

Pengendara Diminta Bergantian dan Kurangi Kecepatan

AKP Verry Purba menegaskan bahwa pengendara yang melintas di titik amblas tersebut diwajibkan mengurangi laju kendaraan secara signifikan dan melintas bergantian demi keselamatan diri sendiri dan penumpang, saat dikonfirmasi, 27/3. Kondisi jalan yang hanya tersisa setengah ruas membuat arus dua arah tidak bisa berjalan normal secara bersamaan, sehingga pengaturan antrean kendaraan menjadi sangat penting untuk mencegah kecelakaan. Polres Simalungun mengingatkan agar pengendara tidak memaksakan diri melewati titik kerusakan dengan kecepatan tinggi, terutama kendaraan berat seperti truk dan bus antarkota.

Polres Simalungun juga melakukan koordinasi intensif dengan instansi terkait di bidang infrastruktur guna mendorong percepatan penanganan kerusakan jalan sebelum semakin meluas dan menimbulkan korban jiwa. Kepolisian berharap pihak berwenang yang bertanggung jawab atas pemeliharaan jalan dapat segera turun tangan mengambil langkah perbaikan struktural. Penanganan cepat dinilai penting untuk menormalkan kembali arus lalu lintas dua arah yang selama ini menjadi jalur penting penghubung Simalungun dan Karo.

Jalur Strategis yang Rawan Kerusakan

Ruas jalan lintas Simalungun-Karo merupakan salah satu akses utama yang menghubungkan kedua kabupaten tersebut dan kerap dilalui kendaraan pribadi maupun angkutan umum dan barang dari dan menuju dataran tinggi Karo. Tingginya volume kendaraan yang melintas, terutama pada masa pascalebaran seperti saat ini, membuat kerusakan pada satu titik dapat langsung berdampak pada kemacetan panjang dan risiko kecelakaan yang lebih besar. Pemerintah daerah setempat belum memberikan keterangan resmi terkait jadwal dan rencana perbaikan jalan yang amblas tersebut hingga berita ini diturunkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *