Karyawan Kios Ayam Geprek di Bekasi Ditemukan Tewas Termutilasi dalam Freezer
GEOSIAR.CO.ID 31 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
BEKASI, GEOSIAR.CO.ID –Seorang penjaga kios ayam geprek bernama Abdul Hamid (39) ditemukan tewas dalam kondisi termutilasi di dalam unit mesin pendingin di Toko Chicken Alfaza, Perumahan Mega Regency, Desa Sukaragam, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu pagi (28/3/2026). Dua orang terduga pelaku berinisial S (27) dan DS alias ANS (24), yang merupakan rekan kerja korban, berhasil diamankan Tim Subdit Jatanras Polda Metro Jaya pada hari yang sama. Seluruh bagian tubuh korban, termasuk tangan dan kaki yang sempat hilang, akhirnya ditemukan di wilayah Cariu, Kabupaten Bogor.
Pemilik Temukan Jasad Saat Cek Usaha Sepulang Mudik
Pemilik kios bernama Elen Saputra baru saja pulang mudik dari Cilacap, Jawa Tengah, ketika mendapati situasi tidak biasa di rukonya. Kecurigaan muncul saat mencium bau tidak sedap dari arah freezer yang terkunci, dan saat dibuka ia mendapati jasad karyawannya tergeletak di antara tumpukan daging ayam beku. Korban diketahui memang tidak pulang kampung saat Lebaran karena tidak memiliki keluarga.
Sebelumnya, pemilik kios sempat mengirim pesan melalui aplikasi pesan singkat kepada karyawannya namun tidak mendapat balasan. Selain jasad korban, dua unit sepeda motor dan uang tunai milik kios dilaporkan raib dibawa kabur pelaku. Laporan resmi masuk ke Polsek Serang Baru sekitar pukul 08.30 WIB pada Sabtu (28/3/2026).
Dua Pelaku Diringkus, Pengembangan Kasus Berlanjut
“Iya benar, alhamdulillah dua orang terduga pelaku sudah berhasil diamankan oleh Tim Jatanras Polda Metro,” kata Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Abdul Rahim, kepada wartawan, Senin (30/3/2026). Kedua pelaku berhasil ditangkap di wilayah Cikijing setelah sempat melarikan diri dan memutus komunikasi pasca kejadian.
Meski kedua pelaku telah diamankan di Polda Metro Jaya, motif pembunuhan disertai mutilasi itu belum terungkap hingga berita ini diturunkan. Penyidik masih mendalami kronologi lengkap kejadian serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam perkara ini. Polisi berencana menggelar konferensi pers khusus untuk mengumumkan motif setelah pemeriksaan intensif terhadap kedua tersangka selesai dilakukan.