Harga Minyak Dunia Melonjak, BBM Nonsubsidi Diprediksi Naik Mulai 1 April

GEOSIAR.CO.ID 31 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDHarga bahan bakar minyak nonsubsidi di Indonesia diprediksi mengalami penyesuaian mulai 1 April 2026 pukul 00.00 WIB, seiring lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu gejolak geopolitik di Timur Tengah. Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral memastikan pengumuman resmi baru akan keluar tepat pada tanggal tersebut, sementara harga bahan bakar minyak bersubsidi dipastikan tidak berubah. Para ekonom dan analis memperkirakan kenaikan berkisar antara 5 hingga 10 persen untuk jenis-jenis BBM nonsubsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, dan Pertamina Dex.

“Untuk BBM nonsubsidi kita tunggu 1 April saja ya,” kata Laode Sulaeman, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, kepada wartawan, Selasa (31/3/2026). Ia menegaskan BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan. “Yang penting untuk BBM subsidi tidak ada kenaikan,” ujarnya.

Dasar Hukum dan Mekanisme Penyesuaian Bulanan

Penyesuaian harga BBM nonsubsidi bukan hal baru dan sudah diatur secara baku dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 245.K/MG.01/MEM.M/2022. Regulasi tersebut mengatur formula harga dasar dalam perhitungan harga jual eceran BBM umum, dengan acuan utama Mean of Platts Singapore dan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Perubahan harga dilakukan setiap tanggal 1 setiap bulannya mengikuti pergerakan pasar internasional.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa ada dua formulasi harga dalam regulasi itu, yakni untuk BBM industri dan nonindustri. “Di Peraturan Menteri ESDM Tahun 2022 itu telah mengatur dua formulasi tentang harga BBM. Kalau yang industri tanpa diumumkan pun dia terus terjadi berdasarkan harga pasar,” kata Bahlil Lahadalia, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (31/3/2026). Ia menegaskan keputusan soal BBM bersubsidi sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto dengan mempertimbangkan kondisi sosial dan daya beli masyarakat.

Minyak Brent Tembus US$115 Per Barel

Pemicu utama prediksi kenaikan ini adalah harga minyak mentah acuan Brent yang pada 30 Maret 2026 tercatat di level US$115,25 per barel, jauh di atas rata-rata sepanjang tahun yang berada di kisaran US$76,97 per barel. Situasi ini dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang menekan pasokan energi global dan mendorong harga minyak mentah terus bergerak naik. Rata-rata harga Brent sepanjang 2026 yang sudah berada di kisaran US$90 hingga US$115 per barel dinilai akan mempertahankan tekanan fiskal terhadap sektor energi dalam jangka menengah.

Direktur Eksekutif Center of Economic and Law Studies, Bhima Yudhistira, memproyeksikan kenaikan harga BBM nonsubsidi berkisar Rp1.500 hingga Rp2.000 per liter untuk jenis Pertamax dan Pertamina Dex. Dengan proyeksi itu, harga Pertamax berpotensi menyentuh kisaran Rp13.800 hingga Rp14.300 per liter, sementara Pertamina Dex bisa naik ke Rp16.000 hingga Rp16.500 per liter dari harga Maret yang Rp14.500 per liter. Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong, bahkan memproyeksikan Pertamax bisa mencapai kisaran Rp13.500 hingga Rp14.500 per liter, dari harga Maret 2026 sebesar Rp12.390 per liter.

Pertamina Bantah Angka Viral di Media Sosial

Seiring ramai perbincangan soal kenaikan harga BBM di media sosial X, beredar sebuah unggahan yang menyebut harga Pertamax pada April 2026 akan mencapai Rp17.000 per liter. Pertamina langsung membantah angka tersebut dan menegaskan informasi itu tidak berasal dari perusahaan. Masyarakat diimbau tidak terpengaruh informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan.

“Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026,” kata Muhammad Baron, Wakil Presiden Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero), kepada wartawan, Senin (30/3/2026). Ia meminta masyarakat hanya mengakses informasi valid harga BBM melalui laman resmi www.pertamina.com, sekaligus memastikan stok BBM dan LPG dalam kondisi aman dan memadai sehingga tidak perlu ada pembelian berlebihan.

Sebagai referensi, harga BBM nonsubsidi Pertamina yang berlaku per 1 Maret 2026 untuk wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat adalah Pertamax Rp12.300 per liter, Pertamax Green 95 Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter. Sementara Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *