Transmigrasi Bukan Lagi Sekadar Pindah
Iftitah menegaskan paradigma transmigrasi di era pemerintahan Presiden Prabowo telah bertransformasi secara fundamental. “Konsep transmigrasi hari ini tidak lagi pemindahan penduduk. Konsep transmigrasi hari ini adalah membangun penciptakan kawasan ekonomi baru,” ujarnya. Ia menyatakan siap mengerahkan seluruh sumber daya kementerian untuk membantu kebutuhan pembangunan daerah.
Sebagai wujud nyata konsep tersebut, Kementerian Transmigrasi tengah mencari lahan di Banten seluas sekitar 100 hektare untuk dikembangkan menjadi kawasan industri terpadu. Kawasan itu dirancang tetap berstatus milik negara, namun di dalamnya akan berdiri fasilitas industri yang dilengkapi sekolah mulai dari jenjang SD, SMP, SMA, puskesmas, pasar, dan sarana penunjang lainnya. “Sehingga nanti masyarakat itu langsung mendapatkan manfaat,” kata Iftitah.
Masyarakat Lokal Harus Diserap, Bukan Ditinggalkan
Iftitah menekankan bahwa kegagalan pembangunan kawasan ekonomi di masa lalu sering kali terjadi karena masyarakat lokal tidak terserap dan ekosistem tidak terbentuk. “Persoalannya sering kali masyarakat lokal tidak terserap dan ekosistemnya tidak terbangun. Ini yang harus kita perbaiki,” ungkapnya. Pendekatan terintegrasi ini diharapkan menciptakan efek berganda, mulai dari penyerapan tenaga kerja lokal hingga tumbuhnya ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
Selain itu, Kementerian Transmigrasi mendorong pengembangan industri strategis seperti tekstil, sejalan dengan fokus pemerintah pusat. Penguatan sumber daya manusia pun diarahkan pada pendekatan yang lebih aplikatif, tidak sekadar pendidikan formal, tetapi diikuti penugasan langsung di lapangan. Kementerian optimistis dapat berkontribusi nyata dalam pembangunan Banten yang inklusif dan berkelanjutan serta memberikan manfaat langsung bagi kesejahteraan rakyat.