Di hadapan para jemaat, AHY menegaskan bahwa meskipun konflik Timur Tengah berlangsung ribuan kilometer dari Indonesia, bangsa ini tetap harus mawas diri. “Kita harus tetap waspada, kita harus tetap mawas diri karena kita tentu ingin tetap fokus pada pembangunan bangsa ke depan,” ujar AHY dalam sambutannya di Gereja Kalvari Paroki Lubang Buaya, Sabtu (4/4/2026). Pernyataan itu disampaikan di hadapan ribuan jemaat yang memadati gereja sejak sore hari.
AHY: Optimisme Harus Realistis
AHY menyerukan bahwa semangat Paskah mencerminkan kebangkitan, harapan, dan kemenangan yang penuh optimisme. Namun ia menekankan, optimisme yang dimaksud adalah optimisme realistis. “Realistic optimism, yang bisa mengantarkan kita orang per orang, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara pada tujuan yang besar dan indah di masa depan,” ucap AHY.
Pernyataan itu sekaligus menjadi bagian dari narasi AHY tentang pentingnya bangkit dari keterpurukan. Ia mendorong agar semangat Paskah tidak sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi energi nyata dalam kehidupan berbangsa.
Gereja sebagai Pusat Solidaritas
AHY juga berpesan bahwa Gereja Kalvari Paroki Lubang Buaya tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, melainkan sebagai wadah membangun solidaritas kemanusiaan. Ia mengapresiasi gereja tersebut yang mendapat predikat gereja paling ramah lingkungan di lingkungan Keuskupan Agung Jakarta.
Indonesia, lanjut AHY, harus hadir sebagai negara yang harmoni dan toleran di tengah keberagaman. Pesan itu sejalan dengan komitmen pemerintah dalam menjaga persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan global maupun domestik.