Industri Otomotif AS Desak Trump Tolak Mobil China Jelang Pertemuan dengan Xi Jinping
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 12 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
WASHINGTON , GEOSIAR.CO.ID — Produsen mobil, pemasok suku cadang, serikat pekerja, dan anggota parlemen Amerika Serikat dari Partai Demokrat maupun Partai Republik mendesak Presiden Donald Trump menutup akses bagi mobil China ke pasar otomotif AS.
Tekanan tersebut muncul menjelang pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini. Kekhawatiran dipicu pernyataan Trump pada Januari lalu yang dinilai membuka pintu bagi produsen otomotif China.
“Saya suka itu. Biarkan China masuk, biarkan Jepang masuk,” kata Donald Trump dalam pidato di Detroit Economic Club, Detroit, Michigan, Januari 2026, sebagaimana dilaporkan Beritasatu.
Trump saat itu menyatakan terbuka apabila produsen mobil China ingin membangun pabrik di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut langsung memicu kekhawatiran kalangan industri otomotif AS yang selama ini mendorong pembatasan masuknya kendaraan asal China melalui tarif tinggi dan aturan ketat soal keamanan data.
Pelaku industri menilai produsen otomotif China memiliki dukungan besar dari pemerintah, kapasitas produksi masif, teknologi kendaraan listrik lebih maju, dan harga jauh lebih murah. Kombinasi tersebut dinilai mengancam kelangsungan industri otomotif domestik Amerika Serikat.
Senator Partai Demokrat dari Michigan, Elissa Slotkin, secara terbuka meminta Trump tidak membuat kesepakatan dengan Xi Jinping terkait investasi otomotif China di Amerika.
“Tolong jangan membuat kesepakatan yang buruk,” ujar Slotkin sebagaimana dilaporkan Beritasatu.
Tekanan parlemen tidak berhenti pada satu senator. Surat berisi peringatan keras ditandatangani 73 anggota DPR Fraksi Demokrat. Surat yang diinisiasi oleh Perwakilan AS Debbie Dingell tersebut menegaskan pelonggaran aturan bagi mobil China akan berdampak fatal bagi Amerika.
“Kita tidak boleh menyerahkan industri otomotif Amerika kepada pesaing strategis yang berniat mendominasi global. Dampaknya terhadap pekerja Amerika, rantai pasokan, keamanan nasional, dan komunitas kita akan sangat besar dan tidak dapat diubah,” demikian bunyi surat tersebut sebagaimana dilaporkan Investing.com.
Pertemuan puncak Trump dan Xi Jinping dijadwalkan berlangsung pada 14 hingga 15 Mei 2026. Pertemuan tersebut sebelumnya sempat tertunda pada akhir Maret akibat memanasnya konflik antara AS-Israel dengan Iran.
Posisi Trump soal mobil China selama ini tidak konsisten. Pada Oktober 2024, di forum yang sama di Detroit Economic Club, Trump menyebut akan mengenakan tarif 100 hingga 200 persen untuk mobil China agar tidak membanjiri jalan-jalan Amerika.
Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kebijakan tarif Trump tidak berdampak langsung pada industri otomotif Indonesia.
Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara sebelumnya menegaskan tidak ada anggota Gaikindo yang mengekspor kendaraan ke pasar Amerika Serikat.
www.geosiar.co.id