Indonesia Berada di Urutan Bawah Daftar 35 Negara dengan Beban Utang Terbesar Dunia
Social Media
Communication
Bookmarking
Developer
Entertainment
Academic
Finance
Lifestyle
GEOSIAR.CO.ID 12 Mei 2026 Penulis : ph@geosiar.co.id
JAKARTA , GEOSIAR.CO.ID —Indonesia memiliki rasio total utang sebesar 79 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), menjadikannya salah satu negara dengan beban utang paling rendah di kawasan Asia Tenggara berdasarkan laporan Global Debt Monitor kuartal IV-2025 yang dirilis Institute of International Finance (IIF).
Hong Kong dan Jepang menempati posisi teratas dengan rasio utang 380 persen dan 372 persen terhadap PDB. Singapura menjadi negara ASEAN dengan rasio utang terbesar mencapai 347 persen.
Laporan tersebut mencakup gabungan utang sektor rumah tangga, korporasi, dan pemerintah. Sebanyak 35 negara dengan utang jumbo divisualisasikan oleh Visual Capitalist berdasarkan data IIF, sebagaimana dilaporkan IDN Times.
Beberapa negara bahkan memiliki total beban utang melebihi 300 persen dari PDB. Hal tersebut berarti gabungan pinjaman rumah tangga, korporasi, dan pemerintah bernilai lebih dari tiga tahun output ekonomi.
Hong Kong menempati posisi pertama dengan total utang 380 persen terhadap PDB. Komposisinya terdiri dari utang rumah tangga 86 persen, utang korporasi 227 persen, dan utang pemerintah 67 persen dari PDB.
Tingginya utang korporasi Hong Kong banyak dikaitkan dengan karakter ekonominya yang bertumpu pada sektor properti. Transaksi dengan leverage (penggunaan modal pinjaman) tinggi merupakan praktik lazim dalam bisnis properti, sebagaimana dilaporkan CNBC Indonesia.
Jepang berada di posisi kedua dengan rasio total utang 372 persen terhadap PDB. Komposisinya didominasi utang pemerintah yang menyentuh 199 persen PDB, ditambah utang rumah tangga 60 persen dan utang korporasi 113 persen.
Beban utang pemerintah Jepang merupakan warisan dari periode stagnasi panjang setelah pecahnya gelembung harga aset pada awal 1990-an. Populasi menua turut menambah beban jaminan sosial dan kesehatan negara tersebut.
Singapura menjadi negara ASEAN dengan rasio utang terbesar pada angka 347 persen terhadap PDB. Komposisinya terdiri dari utang rumah tangga 45 persen, utang korporasi 130 persen, dan utang pemerintah 172 persen.
Sejumlah negara ASEAN lain juga masuk daftar dengan rasio utang tinggi. Malaysia tercatat 224 persen PDB, Thailand 223 persen PDB, Laos 114 persen PDB, Vietnam 161 persen PDB, dan Filipina 96 persen PDB.
Indonesia memiliki total utang 79 persen terhadap PDB. Komposisinya terdiri dari utang rumah tangga 15 persen, utang korporasi 24 persen, dan utang pemerintah 40 persen.
Visual Capitalist menjelaskan lonjakan utang global dalam beberapa tahun terakhir dipicu sejumlah krisis. Mulai dari stimulus besar saat pandemi COVID-19, belanja industri, hingga kebutuhan pertahanan di sejumlah negara.
Banyak pemerintah masih menjalankan defisit fiskal besar. Sektor rumah tangga dan korporasi menghadapi biaya pinjaman yang makin mahal akibat ketidakpastian ekonomi global.
Tingginya rasio utang tidak otomatis mencerminkan krisis ekonomi. Faktor penentu kesehatan fiskal mencakup bunga, struktur utang (domestik atau luar negeri), kepercayaan pasar, dan kemampuan membayar.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan posisi utang pemerintah Indonesia yang hampir menyentuh Rp10.000 triliun masih dalam kategori aman, sebagaimana dilaporkan IDN Times pada Senin (11/5/2026).
www.geosiar.co.id