Bahlil Pastikan Indonesia Punya Alternatif Impor Minyak dan LPG di Luar Timur Tengah
GEOSIAR.CO.ID 1 April 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia memiliki sumber-sumber alternatif untuk impor minyak mentah dan gas LPG selain dari kawasan Timur Tengah yang sedang dilanda konflik bersenjata. Kepastian itu disampaikan Bahlil merespons kekhawatiran publik tentang dampak perang antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terhadap pasokan energi nasional.
Diversifikasi Sumber Energi Impor
Bahlil menjelaskan bahwa diversifikasi sumber energi impor merupakan bagian dari strategi ketahanan energi yang telah dijalankan pemerintah selama beberapa tahun terakhir. Indonesia selama ini juga mengimpor minyak mentah dari kawasan Asia Pasifik, Afrika, dan Amerika Latin, sehingga gangguan di jalur distribusi Timur Tengah tidak secara otomatis melumpuhkan pasokan energi nasional. Ia menegaskan Pertamina dan pemerintah terus memantau perkembangan geopolitik dan siap mengalihkan pengadaan ke sumber-sumber alternatif jika situasi membutuhkan.
Perang di Timur Tengah yang melibatkan Iran, AS, dan Israel membayangi jalur distribusi minyak global mengingat Selat Hormuz merupakan pintu keluar sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia. Namun pemerintah menegaskan Indonesia telah membangun cadangan penyangga minyak yang memadai untuk meredam guncangan jangka pendek.
Stabilitas Harga BBM Jadi Prioritas
Pemerintah pada 1 April 2026 juga resmi memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak, termasuk Pertalite, Pertamax, dan Solar, di tengah ketidakpastian pasokan energi global. Keputusan ini diambil sebagai bagian dari kebijakan menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi yang dipicu ketegangan geopolitik. Bahlil meminta masyarakat tidak panik dan tidak mengantre di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum karena pasokan dijamin dalam kondisi aman dan stabil.