Bahlil: Pensiun PLTD Dimulai Pasca Lebaran, Diganti PLTS dan Panas Bumi secara Paralel

GEOSIAR.CO.ID 13 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengungkapkan pemerintah akan mulai mengganti seluruh pembangkit listrik tenaga diesel berbahan bakar solar dengan pembangkit listrik tenaga surya dan panas bumi, dengan target pelaksanaan dimulai pasca Hari Raya Lebaran 2026.

Hal itu disampaikan Bahlil seusai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (12/3/2026), terkait perkembangan kerja Satgas Percepatan Transisi Energi Baru Terbarukan. “Mungkin pas hari raya ini sudah bisa action. Dan pertama yang kita akan selesaikan adalah diesel-diesel, PLTD yang dari solar, akan kita selesaikan semua dengan PLTS dan juga geothermal,” kata Bahlil.

Satgas Sudah Rapat Perdana, Libatkan Delapan Kementerian dan PLN

Presiden Prabowo membentuk Satgas Percepatan Transisi Energi pada 5 Maret 2026 dan menunjuk Bahlil sebagai ketuanya untuk memastikan program transisi energi berjalan cepat dan terkoordinasi. Rapat perdana satgas telah digelar di Kementerian ESDM dengan melibatkan delapan kementerian serta PT PLN (Persero), membahas langkah-langkah strategis penggantian PLTD dan percepatan pembangunan PLTS hingga target kapasitas 100 gigawatt. Pemerintah juga berencana menyesuaikan Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik atau RUPTL agar sejalan dengan arah transisi energi nasional.

PLTD Tidak Langsung Dimatikan, Menunggu PLTS Beroperasi

Bahlil menegaskan penghentian PLTD tidak akan dilakukan seketika, melainkan secara paralel menunggu pembangunan PLTS sebagai pengganti selesai dan siap beroperasi. “Bangun dulu dong, kalau disetop belum dibangun, kan penggantinya tidak ada. Jadi paralel, begitu dibangun, begitu sudah langsung commercial operation date (COD), PLTD-nya dimatikan,” jelas Bahlil. Lokasi PLTD yang akan digantikan tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan belum diumumkan secara resmi.

Geopolitik Timur Tengah Jadi Alasan Percepatan

Bahlil menyebut ketidakpastian pasokan energi akibat konflik geopolitik di Timur Tengah menjadi salah satu pendorong utama percepatan transisi ini. “Karena dalam kondisi geopolitik perang ini tidak bisa kita memastikan bahwa energi kita ini akan seperti apa dalam konteks jangka panjang,” ujarnya. Konversi PLTD ke PLTS juga dinilai akan menghasilkan efisiensi subsidi listrik dan sekaligus mendorong percepatan penggunaan kendaraan listrik di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *