Penyerapan Baru Dua Persen dari Total Sasaran
Budi merinci capaian penyaluran di masing-masing wilayah saat ditemui di Medan, 28/3. Di Kabupaten Dairi, sebanyak 42.554 orang atau sekitar 14 persen dari total sasaran telah menerima bantuan. Pakpak Bharat mencatat penyaluran paling tuntas, yakni 6.486 penerima atau 100 persen dari target, sementara Kota Sibolga mencapai 14.245 penerima atau sekitar 95 persen.
“Secara total, penyaluran di Sumut baru mencapai sekitar dua persen atau 36.213 penerima dari total sekitar 1,7 juta penerima untuk alokasi Februari dan Maret 2026,” kata Budi, 28/3. Angka itu masih jauh dari target keseluruhan, namun Bulog memastikan percepatan penyaluran akan terus dilakukan bersama pemerintah daerah di seluruh kabupaten dan kota di Sumut. Penyaluran bertahap ini dirancang agar logistik dapat dikelola secara optimal tanpa menimbulkan penumpukan di satu titik.
Kebutuhan 35.000 Ton Beras dan Tujuh Juta Liter Minyak Goreng
Untuk memenuhi seluruh alokasi bantuan pangan periode Februari-Maret 2026, Bulog Sumut membutuhkan sekitar 35.000 ton beras dan tujuh juta liter minyak goreng Minyakita. Jumlah penerima bantuan pangan tahun ini meningkat signifikan dibandingkan periode Oktober-November 2025 yang hanya mencakup 844.696 penerima. Lonjakan jumlah penerima ini menuntut kapasitas logistik dan distribusi yang jauh lebih besar dari sebelumnya.
Budi berharap penyaluran bantuan ini dapat mendukung upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) provinsi serta kabupaten dan kota dalam menjaga kestabilan harga pangan di tingkat lokal. “Percepatan penyaluran bantuan pangan itu merupakan upaya pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pangan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya, 28/3. Penyaluran akan terus dilakukan secara bertahap hingga seluruh 1,7 juta penerima manfaat di Sumut terlayani.