Dihantam Krisis BBM, Pakistan Terapkan WFH dan Belajar Daring, Sri Lanka Jadikan Rabu Libur Nasional

GEOSIAR.CO.ID 19 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

ISLAMABAD/KOLOMBO, GEOSIAR.CO.IDDampak lonjakan harga minyak dunia akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai memukul negara-negara di kawasan Asia Selatan. Pakistan dan Sri Lanka mengambil langkah darurat untuk menekan konsumsi bahan bakar di tengah krisis energi yang kian memburuk. Harga minyak mentah dunia telah menembus lebih dari 100 dolar AS per barel, level tertinggi sejak invasi penuh Rusia ke Ukraina pada 2022.

Pakistan: WFH, Empat Hari Kerja, dan Sekolah Daring

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif mengumumkan serangkaian langkah penghematan bahan bakar, termasuk meminta 50 persen pegawai negeri bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dan memperpanjang libur sekolah. Kebijakan WFH berlaku untuk kantor-kantor pemerintahan kecuali sektor perbankan, dengan sistem kerja yang dikurangi menjadi empat hari dalam sepekan. Pemerintah juga memotong tunjangan bahan bakar sebesar 50 persen untuk kendaraan dinas selama dua bulan ke depan, kecuali untuk ambulans.

Setelah masa libur sekolah berakhir, kegiatan belajar mengajar dilanjutkan melalui sistem pembelajaran jarak jauh atau belajar daring. Pemerintah juga membatasi perjalanan dinas ke luar negeri hanya untuk urusan yang diperlukan bagi kemajuan negara, sementara pertemuan diprioritaskan secara daring. Langkah ini diambil setelah Pakistan menaikkan harga BBM di SPBU sekitar 20 persen, yang memicu antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar di seluruh negeri.

“Krisis energi adalah krisis baru,” ujar Shehbaz Sharif, Perdana Menteri Pakistan, dalam rapat kabinet di Islamabad, Senin (9/3).

Sri Lanka Jadikan Setiap Rabu sebagai Libur Nasional

Sri Lanka mengambil langkah yang tidak kalah ekstrem untuk menahan lonjakan konsumsi bahan bakar dan menjaga stabilitas ekonomi. Presiden Sri Lanka Anura Kumara Dissanayake mengumumkan bahwa setiap hari Rabu akan ditetapkan sebagai hari libur nasional bagi semua lembaga publik. Keputusan ini diambil untuk mengurangi konsumsi bahan bakar di tengah ancaman kekurangan pasokan minyak yang semakin nyata.

Bangladesh Juga Terdampak

Krisis energi kawasan Teluk turut melanda Bangladesh yang mengimpor 95 persen kebutuhan minyak dan gasnya. Pemerintah Bangladesh meluncurkan kebijakan penjatahan bahan bakar yang menyebabkan antrean panjang di SPBU serta peningkatan ancaman keamanan akibat kerusuhan di beberapa wilayah. Pertunjukan lampu untuk perayaan kemerdekaan dan Ramadan di Bangladesh bahkan terpaksa dibatalkan sebagai bagian dari upaya penghematan energi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *