Ditemukan Bersimbah Darah dengan 19 Anak Panah di Tubuhnya, Pemuda Mimika Tewas Dini Hari

GEOSIAR.CO.ID 30 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

MIMIKA, GEOSIAR.CO.IDWarga yang melintas di Jalan Freeport Lama, sekitar pangkalan ojek menuju Kampung Damai, Distrik Kwamki Narama, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, terkejut menemukan sesosok tubuh tergeletak bersimbah darah pada Minggu (29/3/2026) dini hari sekitar pukul 01.05 WIT. Korban, seorang pemuda berinisial BN (23 tahun), tewas dengan sekitar 19 anak panah tertancap di sekujur tubuhnya ditambah luka senjata tajam di bagian leher dan punggung. Polsek Kwamki Narama bersama anggota Brimob langsung menuju lokasi setelah menerima laporan warga.

Polisi Duga Lebih dari Satu Pelaku

Kasi Humas Polres Mimika Iptu Hempy Ona menyatakan banyaknya luka yang ditemukan di tubuh korban mengarah pada kesimpulan bahwa lebih dari satu orang terlibat dalam penyerangan malam itu. Personel gabungan langsung mengamankan tempat kejadian perkara dan berkoordinasi dengan Unit Identifikasi Polres Mimika untuk olah TKP.

“Korban mengalami luka serius berupa sejumlah luka akibat anak panah tertancap di tubuh. Sebanyak kurang lebih 19 anak panah serta luka akibat senjata tajam di bagian leher dan punggung,” kata Iptu Hempy Ona, Minggu (29/3/2026). Korban kemudian dievakuasi ke RSUD Mimika untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Konflik Dua Kubu yang Belum Tuntas Sejak 2025

Peristiwa berdarah ini diduga berkaitan dengan konflik berkepanjangan antara dua kelompok warga di Distrik Kwamki Narama yang sudah berlangsung sejak November 2025 dan telah menelan sejumlah korban jiwa dari kedua pihak. Kepolisian mengakui sudah mulai mengantongi identitas para pelaku berdasarkan keterangan dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik tersebut.

Kapolsek Kwamki Narama Iptu Yusak Sawaki membenarkan kejadian ini dan menyatakan motif lengkap masih terus didalami. Polisi mengimbau warga di sekitar wilayah tersebut untuk tetap tenang dan tidak mengambil tindakan di luar jalur hukum selagi penyelidikan berjalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *