Gara-gara Bau Tak Sedap dan Debu Sapu, Warga Medan Tikam Tetangga Sembilan Kali Pakai Pahat

GEOSIAR.CO.ID 30 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

MEDAN, GEOSIAR.CO.IDPersoalan yang tampak sepele berubah menjadi kekerasan brutal di Jalan Asrama, Kelurahan Helvetia, Medan Helvetia. Jefri Fernandus Sitindaon (41 tahun) menusuk tetangganya sendiri, Swita Sidebang (30 tahun), sebanyak sembilan kali menggunakan pahat kayu pada Kamis (19/3/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Korban mengalami enam luka tikaman di area wajah dan tiga luka di lengan akibat upaya menangkis serangan, dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia menangkap tersangka berselang beberapa hari kemudian.

Satu Dinding, Bertahun-tahun Tidak Akur

Antara Jefri dan Swita bukan sekadar tetangga biasa. Rumah yang ditempati Swita bahkan sebelumnya dibeli dari keluarga Jefri sendiri, dan keduanya berbagi dinding yang sama. Hubungan mereka sudah tidak harmonis selama bertahun-tahun, beberapa kali berselisih meski selalu diselesaikan secara kekeluargaan.

“Sudah pernah juga berselisih paham, tapi ya diselesaikan secara kekeluargaan. Tapi mungkin inilah puncaknya si tersangka ini merasa diremehkan,” kata Kapolsek Medan Helvetia Kompol Nelson Sipahutar dalam konferensi pers di Polsek Medan Helvetia, Sabtu (28/3/2026). Aroma tidak sedap dari ternak babi milik keluarga Swita disebut sudah lama menjadi sumber gesekan tersendiri bagi Jefri.

Debu Sapu Jadi Pemicu Terakhir

Hari itu, Swita sedang menyapu halaman rumahnya. Debu yang terhembus mengenai Jefri yang sedang berdiri di depan rumahnya. Bagi Jefri, itu sudah keterlaluan. Ia masuk ke dalam rumah, mengambil pahat, lalu menghampiri Swita dan langsung menyerangnya bertubi-tubi.

Jefri sengaja memilih momen ketika abang Swita tidak ada di rumah sehingga korban tidak sempat meminta bantuan ataupun melawan dengan berarti. Jefri kini ditahan di Polsek Medan Helvetia untuk menjalani proses hukum.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *