Hashim: Program 3 Juta Rumah Jangan Omon-omon, Pancasila Harus Dibuktikan dengan Aksi Nyata
GEOSIAR.CO.ID 17 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Pembangunan Perumahan Hashim Djojohadikusumo menegaskan bahwa program pembangunan 3 juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto harus benar-benar terealisasi, bukan sekadar wacana.
Ia mengingatkan seluruh pihak agar program ini tidak berhenti di tataran kata-kata, karena rakyat harus merasakan manfaat nyata dari kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara. Pernyataan itu disampaikan dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian Dalam Rangka Mendukung Program 3 Juta Rumah di kawasan Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3).
“Supaya rakyat betul-betul merasakan manfaat nyata dari kehadiran Pancasila sebagai ideologi negara, jangan hanya omon-omon saja. NATO, no action talk only,” kata Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Perumahan, dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3). NATO yang dimaksud Hashim adalah singkatan informal dari “No Action Talk Only”.
Prabowo Pertanyakan Lambatnya Realisasi
Hashim mengungkapkan bahwa dirinya sempat ditanya langsung oleh Presiden Prabowo Subianto perihal perkembangan realisasi program 3 juta rumah yang dinilai Presiden berjalan lambat. Dalam pertemuan beberapa pekan sebelumnya, Hashim mengaku menjelaskan kepada Presiden bahwa kendala utama berasal dari proses birokrasi.
“Kenapa kok program perumahan agak lambat? Kesannya lambat. Kesan di pemikiran Presiden. Saya jelaskan terus terang saja ada masalah birokrasi, kementerian perumahan kan kementerian baru, baru satu tahun, dan sebagainya-sebagainya,” jelas Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Perumahan, dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3). Meski demikian, ia menegaskan bahwa Presiden Prabowo menghendaki percepatan realisasi program tersebut.
Tolak Terlibat Bisnis, Meski Ditawari Untung 5 Kali Lipat
Hashim juga bercerita bahwa dirinya sempat ditawari sejumlah pihak untuk mengambil keuntungan dari program perumahan rakyat tersebut, termasuk tawaran untuk mendapatkan jatah ratusan hingga ribuan unit apartemen yang jika dijual bisa menghasilkan keuntungan lima kali lipat. Namun tawaran itu ia tolak mentah-mentah.
“Dengan program ini kalau saya punya pabrik semen, aduh… luar biasa. Tapi udah, sudah. Dan kita sudah sepakat ya bahwa kalau saya pribadi dan keluarga saya tidak akan ikut andil ya, ini semua kontraktor-kontraktor, kita tidak ada kaitan,” ujar Hashim Djojohadikusumo, Ketua Satgas Percepatan Pembangunan Perumahan, dalam acara Pencanangan Pembangunan Hunian di Stasiun Manggarai, Jakarta, Senin (16/3).
Misi Keadilan Sosial dan Target Ekonomi
Hashim menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memperluas akses kepemilikan rumah bagi seluruh lapisan masyarakat, bukan hanya kelompok ekonomi menengah ke atas, sesuai dengan amanat sila kelima Pancasila. Pembangunan hunian vertikal di kawasan Stasiun Manggarai ini merupakan bagian dari program yang juga berjalan serentak di Bandung, Semarang, dan Surabaya.
Hashim menyatakan program 3 juta rumah tidak hanya bertujuan menyediakan hunian, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional. Ia meyakini sektor perumahan saja dapat berkontribusi sekitar 1,5 hingga 2 persen terhadap target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen.
Secara keseluruhan, program ini menargetkan pembangunan 2 juta unit rumah di pedesaan dan 1 juta unit apartemen di perkotaan setiap tahunnya. Data pemerintah mencatat sekitar 27 juta rumah tangga masih tinggal di rumah yang tidak layak huni, menjadikan program ini salah satu prioritas nasional. Acara pencanangan di Stasiun Manggarai turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Fahri Hamzah, serta Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin.
www.geosiar.co.id

