Iran Siap Akhiri Perang, Minta Jaminan Konkret AS dan Israel Tidak Serang Lagi
GEOSIAR.CO.ID 1 April 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
TEHERAN, GEOSIAR.CO.ID –Presiden Iran Masoud Pezeshkian menegaskan negaranya pada dasarnya bersedia mengakhiri konflik bersenjata dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, asalkan ada jaminan konkret bahwa serangan tidak akan terulang. Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam percakapan telepon dengan Presiden Dewan Eropa, Rabu (1/4/2026), sebagaimana dikutip kantor kepresidenan Iran melalui AFP.
Lima Poin Balasan Teheran
Pezeshkian menegaskan Iran memiliki kemauan untuk mengakhiri konflik ini, dengan syarat terpenuhinya jaminan yang mencegah berulangnya agresi. “Kami memiliki kemauan yang diperlukan untuk mengakhiri konflik ini, asalkan syarat-syarat penting terpenuhi, terutama jaminan yang diperlukan untuk mencegah terulangnya agresi,” katanya. Menanggapi rencana 15 poin yang diajukan AS pekan lalu, Iran mengeluarkan usulan balasan lima poin yang juga menyerukan penghentian agresi sekaligus pembentukan mekanisme yang menjamin AS maupun Israel tidak akan kembali melancarkan serangan.
Iran juga meminta agar mekanisme tersebut bersifat mengikat secara hukum internasional, bukan sekadar pernyataan politik. “Solusi untuk menormalkan situasi adalah penghentian serangan agresif mereka,” kata Pezeshkian. Pernyataan ini disampaikan di tengah tekanan internasional yang semakin menguat, termasuk seruan Paus Leo XIV dan sejumlah pemimpin Eropa agar semua pihak segera kembali ke meja negosiasi.
Kronologi Pecahnya Perang
Konflik ini bermula pada 28 Februari 2026, ketika AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi negara itu. Iran membalas dengan rentetan rudal dan pesawat nirawak ke berbagai sasaran di kawasan. Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan pihaknya akan terus melancarkan operasi militer, negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington dilaporkan tetap berlangsung melalui mediasi beberapa negara Eropa.