Kemendikdasmen Revitalisasi 29 Sekolah Terdampak Bencana di Aceh Senilai Rp86,7 Miliar
GEOSIAR.CO.ID 13 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
PIDIE JAYA, GEOSIAR.CO.ID – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meresmikan hasil revitalisasi 29 satuan pendidikan terdampak bencana di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, dengan total nilai bantuan sekitar Rp86,7 miliar. Peresmian dipusatkan di SMA Negeri 1 Meureudu dan dilaksanakan langsung oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti pada Senin (9/3/2026).
Program ini menjadi bagian dari prioritas Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 yang menyasar tiga kategori utama: sekolah di daerah terdampak bencana, sekolah dengan kerusakan bangunan berat, serta sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Rekonstruksi Dipercepat, Target Rampung Juni dan November 2026
Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah pusat untuk mempercepat pemulihan sarana pendidikan di Aceh agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan optimal. Ia menyampaikan bahwa pemerintah menargetkan sekolah dengan kerusakan ringan hingga sedang dapat diselesaikan pada akhir tahun ajaran baru, Juni 2026. Adapun sekolah dengan kerusakan berat atau yang memerlukan relokasi ditargetkan rampung pada November 2026.
“Ini bagian dari upaya kami agar rekonstruksi, khususnya untuk sarana pendidikan di Aceh, dapat terselesaikan dengan lebih cepat lagi,” ujar Abdul Mu’ti di Aceh, Senin (9/3/2026). Dinas Pendidikan Provinsi Aceh dan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan program revitalisasi tersebut dalam seremoni peresmian yang sama.
Sekolah yang Tertimbun Lumpur Kini Pulih
Kepala SMA Negeri 2 Meureudu, Muhammadiah, menyampaikan bahwa sekolahnya termasuk salah satu satuan pendidikan yang mengalami dampak bencana banjir paling parah di Kabupaten Pidie Jaya. Seluruh ruang kelas, termasuk perangkat komputer, televisi, dan buku-buku, tertimbun tanah sehingga tidak dapat lagi dimanfaatkan. Melalui program revitalisasi tahun 2026, sekolah tersebut menerima bantuan rehabilitasi 12 ruang kelas dengan peninggian bangunan guna mengantisipasi potensi banjir di masa mendatang.
“Dengan adanya peninggian bangunan, ke depannya kalau ada banjir kami bisa lebih siaga. Anak-anak bisa belajar dengan baik di sini, tidak lagi takut dengan adanya banjir,” ujar Muhammadiah kepada Mendikdasmen saat kunjungan tersebut.
Batu Pertama Revitalisasi 116 Sekolah di Bireuen
Sehari setelahnya, Selasa (10/3/2026), Abdul Mu’ti melanjutkan rangkaian kunjungan ke Kabupaten Bireuen untuk menandai dimulainya program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Prosesi peletakan batu pertama dilakukan di tiga satuan pendidikan sekaligus, yakni UPTD TK Negeri Mujahidin, UPTD SMP Negeri 2 Peudada, dan SMK Kesehatan Muhammadiyah. Program revitalisasi di Kabupaten Bireuen mencakup 116 sekolah terdampak bencana.
Kemendikdasmen juga meresmikan delapan Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, sebagai bagian dari pemulihan layanan pendidikan pascabencana. Pembangunan ruang kelas darurat ini dimaksudkan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera berjalan kembali sebelum gedung permanen selesai dibangun. Mendikdasmen menyampaikan bahwa pemerintah dapat memastikan kegiatan belajar mengajar pulih dan berjalan secara optimal di wilayah terdampak bencana melalui program bantuan revitalisasi tersebut.
www.geosiar.co.id

