“Untuk yang Idul Fitri, perlu saya sampaikan bahwa untuk anak sekolah, penyaluran terakhir tanggal 13 Maret. Kemudian, untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, terakhir hari ini,” kata Dadan Hindayana, Kepala BGN, kepada wartawan di kantor Kejaksaan Agung, Jakarta, Selasa (17/3).
Hemat Rp 5 Triliun, BGN Fokus Efisiensi
Dadan menegaskan penghentian sementara ini bukan sekadar mengikuti kalender libur, melainkan bagian dari upaya efisiensi anggaran yang lebih luas. “Itu (penghematan) kurang lebih sekitar Rp 5 triliun ya, dihemat dengan seperti itu,” ungkapnya. BGN saat ini juga tengah melakukan berbagai penghitungan agar penggunaan anggaran lebih efisien, terutama dalam menyikapi tekanan ekonomi global.
“Tentu saja kita harus ikut memiliki sense of crisis dan kami sedang melakukan hal-hal yang memungkinkan penggunaan anggaran lebih efisien,” tutur Dadan.
Pagu Rp 268 Triliun Dioptimalkan
BGN memiliki pagu anggaran sebesar Rp 268 triliun, dengan dana standby sebesar Rp 67 triliun yang disiapkan pemerintah. Dadan menyatakan pihaknya berupaya tidak menyentuh dana standby tersebut dan memaksimalkan pagu utama. “Kita optimalkan yang 268 (triliun) dan coba kita tidak hitung yang standby. Jadi kita akan efektifkan yang 268 (triliun) tersebut,” pungkasnya. Program MBG dijadwalkan kembali beroperasi normal pada 31 Maret 2026 setelah libur Idul Fitri berakhir.