Menteri Ekraf Teuku Riefky Teken MoU dengan RMIT University untuk Cetak Talenta Kreatif Kelas Dunia

GEOSIAR.CO.ID 2 April 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan RMIT University asal Australia guna memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di sektor ekonomi kreatif Indonesia. Penandatanganan berlangsung di Kantor Kementerian Ekonomi Kreatif, Jakarta, pada Selasa (31/3/2026) dan melibatkan perwakilan pemerintah Australia, Kedutaan Besar Australia, serta jajaran pimpinan RMIT University.

“Nota kesepahaman ini mencerminkan komitmen bersama untuk membangun ekosistem kreatif yang lebih kuat, yang mendorong inovasi, membina talenta, serta mempersiapkan sumber daya manusia menghadapi masa depan,” ujar Teuku Riefky Harsya, Menteri Ekonomi Kreatif, dalam acara penandatanganan di Jakarta pada 31/3. Ia menegaskan, di tengah dinamika ekonomi global, sektor kreatif terbukti tidak hanya tangguh, tetapi juga menjadi salah satu sumber utama pertumbuhan nasional.

Kerja sama ini berlaku selama tiga tahun sejak ditandatangani dan dapat diperpanjang berdasarkan persetujuan kedua pihak. RMIT University dipilih karena rekam jejaknya yang kuat dalam pendidikan vokasi dan kreatif, khususnya di bidang desain, arsitektur, teknologi digital, dan seni.

Lima Bidang Kerja Sama yang Disepakati

MoU ini mencakup lima area prioritas yang menjadi landasan kolaborasi kedua pihak. Pertama, pengembangan SDM dan mobilitas melalui pelatihan vokasi, sertifikasi, serta program pertukaran di subsektor gim, film, animasi, musik, teknologi digital, seni budaya, dan desain. Kedua, penguatan kewirausahaan dan inovasi melalui inkubator, pusat kreatif (creative hub), serta program akselerasi bagi pelaku usaha kreatif.

Ketiga, kerja sama riset dan dialog strategis yang mencakup penelitian bersama terkait tren industri serta partisipasi dalam forum kebijakan internasional. Keempat, kolaborasi lintas budaya dan sektor melalui pameran, pameran karya (showcase), dan ko-produksi yang mendorong pertukaran budaya sekaligus pertumbuhan ekonomi. Kelima, pengembangan bentuk kerja sama lain yang disepakati secara tertulis oleh kedua pihak sesuai kebutuhan yang berkembang.

Menteri Ekraf menegaskan bahwa peran pemerintah adalah memastikan talenta kreatif Indonesia mendapat dukungan, pengembangan, dan akses yang lebih luas ke ekosistem global, termasuk membuka peluang bagi talenta Indonesia untuk belajar dan berkembang di tingkat internasional.

Ekraf Sumbang 7,3 Persen PDB, Serap 27,4 Juta Tenaga Kerja

Sektor ekonomi kreatif saat ini berkontribusi sekitar 7,3 persen terhadap Produk Domestik Bruto nasional dengan dukungan lebih dari 27,4 juta tenaga kerja. Angka ini menjadikan ekraf salah satu sektor strategis yang terus mendapat perhatian serius dari pemerintah dalam kerangka visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya untuk mendorong ekonomi kreatif yang lebih inovatif, kompetitif, dan inklusif.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Roderick Brazier, menyambut kemitraan ini sebagai cerminan kesamaan visi kedua negara dalam memajukan sektor kreatif. “Salah satu contoh nyata adalah Festival Sinema Australia Indonesia yang akan diluncurkan pada bulan mendatang. Memasuki tahun ke-11, festival ini menampilkan berbagai kolaborasi kreatif terbaik antara Australia dan Indonesia di bidang film, dengan pemutaran yang berlangsung di 11 kota di Indonesia,” ujar Roderick Brazier, Duta Besar Australia untuk Indonesia, dalam acara penandatanganan di Jakarta pada 31/3.

Vice President International RMIT University, Layton Pike, menyatakan pihaknya berkomitmen memperluas kehadiran di Jakarta sebagai bagian dari penguatan kemitraan jangka panjang. “Ini menjadi langkah penting dalam memperkuat kemitraan sekaligus meningkatkan dukungan terhadap ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Layton Pike, Vice President International RMIT University, dalam acara penandatanganan di Jakarta pada 31/3.

Penandatanganan MoU langsung dilanjutkan dengan diskusi meja bundar (roundtable) bertema “Tenaga Kerja Masa Depan dalam Gim dan Animasi” yang mempertemukan pembuat kebijakan, perwakilan industri, dan mitra pendidikan untuk mendiskusikan peluang kolaborasi konkret ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *