Mulai Kecanduan di Usia Enam Tahun, Depresi pada Usia Sepuluh
KGM, yang oleh pengacaranya disebut Kaley, kini berusia 20 tahun dan bersaksi dalam persidangan bahwa ia mulai menggunakan YouTube sejak usia enam tahun dan Instagram sejak usia sembilan tahun. Ia mengaku menghabiskan hari-harinya di media sosial “sepanjang waktu” semasa kanak-kanak, hingga mulai mengalami kecemasan dan depresi pada usia sepuluh tahun. Kaley juga bersaksi bahwa aktivitas di platform-platform itu “bisa membuat atau menghancurkan suasana hatinya.”
Tim pengacara penggugat membedah fitur-fitur yang selama ini dianggap lumrah, seperti guliran tanpa batas, pemutaran video otomatis, filter wajah, dan sistem notifikasi yang terus-menerus, lalu menyebut semuanya sebagai rekayasa yang disengaja untuk menjebak pengguna muda agar tidak bisa lepas dari layar ponsel. Pengacara penggugat juga menunjukkan dokumen internal Meta kepada juri, salah satunya berisi pernyataan CEO Mark Zuckerberg tentang upaya perusahaan menarik pengguna remaja sejak usia pra-remaja.
Juri Bermusyawarah Selama Sembilan Hari
Juri terdiri dari 12 orang bermusyawarah selama lebih dari 40 jam dalam rentang sembilan hari sebelum mencapai keputusan. Putusan tidak bulat, namun mayoritas juri memutuskan kedua perusahaan bertanggung jawab atas kerugian yang dialami penggugat. Meta dan Google menyatakan tidak setuju dengan putusan tersebut dan akan mengajukan banding.
Putusan Los Angeles datang sehari setelah juri di New Mexico memerintahkan Meta membayar denda 375 juta dolar AS karena terbukti menyesatkan pengguna tentang keamanan platformnya dan membahayakan anak-anak dari predator daring. Kasus Kaley diperkirakan akan mempengaruhi ribuan gugatan serupa yang tengah bergulir di berbagai negara bagian Amerika Serikat. TikTok dan Snap lebih dulu menyelesaikan gugatan mereka di luar pengadilan sebelum persidangan dimulai.
Sinyal Perubahan Industri Teknologi
Para pengacara penggugat menyebut kasus ini sebagai titik balik yang membuka “pintu air” bagi tuntutan hukum terhadap industri teknologi, serupa dengan yang terjadi pada industri tembakau di Amerika pada 1990-an. Jaksa Agung California Rob Bonta menyatakan negaranya menantikan persidangan Meta berikutnya yang dijadwalkan pada Agustus tahun ini. Meta dalam pernyataannya menegaskan bahwa kesehatan mental remaja adalah isu yang sangat kompleks dan tidak bisa dikaitkan hanya pada satu aplikasi.