Iran Pasang “Tol” di Selat Hormuz, Kapal Harus Bayar hingga Rp33 Miliar untuk Lewat

GEOSIAR.CO.ID 30 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.IDSelat Hormuz, jalur laut sempit tempat sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia melintas setiap harinya, kini bukan lagi perairan bebas bagi semua kapal. Iran dilaporkan telah memberlakukan sistem pungutan biaya bagi kapal yang ingin melintas, sementara parlemen Iran tengah menggodok rancangan undang-undang yang secara resmi mengaturnya. Hampir 2.000 kapal kini terdampar di dekat selat yang mengapit Iran di utara serta Oman dan Uni Emirat Arab di selatan itu.

2 Juta Dolar per Kapal, Dibayar Pakai Yuan

Anggota parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi, menyebut angka pungutan yang sudah dikenakan mencapai 2 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp33,8 miliar per kapal. Jurnal pelayaran Lloyd’s List melaporkan dalam dua minggu terakhir setidaknya 26 kapal telah melintas lewat jalur yang disetujui IRGC tanpa mengaktifkan sistem persinyalan AIS mereka.

“Sekarang, karena perang memiliki biaya, tentu saja, kita harus melakukan ini dan memungut biaya transit dari kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz,” kata Boroujerdi kepada media Iran, sebagaimana dikutip Al-Jazeera, Minggu (29/3/2026). Setidaknya dua kapal yang sudah melintas dilaporkan membayar pungutan itu dalam mata uang yuan, melalui perantara perusahaan jasa maritim China.

Kapal Kawan Boleh Lewat, Kapal Musuh Lain Cerita

Iran menyatakan selat tetap terbuka bagi semua pihak kecuali Amerika Serikat dan sekutunya, sesuai surat yang dikirimkan kepada 176 anggota Organisasi Maritim Internasional. Negara-negara yang dianggap bersahabat seperti Malaysia, China, Mesir, Korea Selatan, dan India mendapat akses melintas asalkan berkoordinasi lebih dulu dengan otoritas Iran.

India tegas menyatakan belum membayar sepeser pun kepada Iran. “Tidak diperlukan izin untuk berlayar melalui selat tersebut. Ada kebebasan navigasi melalui selat tersebut,” kata Rajesh Kumar Sinha, Sekretaris Khusus Kementerian Pelabuhan India, menurut laporan media India. Dua kapal bermuatan lebih dari 92.600 ton gas minyak cair berbendera India bahkan sudah berhasil transit tanpa pembayaran apapun.

Blokade Berminggu-minggu Guncang Pasar Energi Dunia

Blokade yang sudah berlangsung berminggu-minggu ini merupakan balasan Iran atas serangan Amerika Serikat dan Israel, dan telah mendorong harga minyak mentah global ke level yang menekan fiskal negara-negara importir termasuk Indonesia. Jika rancangan undang-undang pungutan transit yang sedang dibahas parlemen Iran disahkan, aturan ini berpotensi mengubah secara permanen cara dunia mengakses salah satu jalur pelayaran paling strategis di planet ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *