Ojol Desak Subsidi BBM Dialihkan ke Motor Listrik

GEOSIAR.CO.ID 25 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia mendesak pemerintah segera mengkaji pengalihan sebagian subsidi bahan bakar minyak (BBM) menjadi subsidi pembelian sepeda motor listrik bagi pengemudi ojek daring (ojol), Rabu (25/3/2026). Tuntutan ini lahir dari kekhawatiran nyata bahwa krisis pasokan minyak global yang dipicu konflik Timur Tengah dapat menggoyahkan penghasilan jutaan pengemudi. Menurut asosiasi, pengemudi ojol adalah kalangan paling rentan karena seluruh aktivitas ekonomi mereka bergantung langsung pada ketersediaan dan harga bahan bakar.

7 Juta Pengemudi sebagai Argumen Strategis

Ketua Umum Garda Indonesia, Raden Igun Wicaksono, menyebut estimasi 7 juta pengemudi ojol di seluruh Indonesia sebagai dasar kuat bagi pemerintah untuk menjadikan sektor ini prioritas dalam kebijakan transisi energi. Ia menegaskan, pengalihan subsidi BBM ke motor listrik akan sekaligus memangkas ketergantungan impor minyak, menekan emisi gas rumah kaca, dan memperkuat ketahanan energi nasional. “Ini bukan sekadar solusi jangka pendek, melainkan katalisator transformasi ekonomi berkelanjutan melalui sektor gig economy,” ujar Raden Igun Wicaksono dalam keterangan resmi, Rabu (25/3/2026).

Igun juga mendesak pemerintah menyediakan skema kredit berbunga rendah dan program tukar tambah sepeda motor BBM ke motor listrik yang terjangkau bagi pengemudi. Tanpa dukungan pembiayaan yang konkret, ia menilai imbauan beralih ke motor listrik hanya akan menjadi slogan tanpa hasil. Asosiasi menyatakan siap duduk bersama pemerintah, platform ojek daring, lembaga pembiayaan, dan produsen motor listrik untuk menyusun rancangan program yang bisa dieksekusi.

Ekosistem Ojol Disebut Pilar UMKM

Di luar isu energi, Garda Indonesia juga mengingatkan bahwa ekosistem ojek daring telah berkembang jauh melampaui sekadar transportasi penumpang. Saat ini ojol menjadi tulang punggung distribusi barang bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di seluruh kota. Gangguan terhadap operasional ojol akibat krisis BBM, kata Igun, bisa langsung berdampak pada rantai pasok UMKM yang belum tentu punya jalur distribusi alternatif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *