Pemprov Sumut Rayu Investor Jepang Masuk KEK Sei Mangkei dan BRT

GEOSIAR.CO.ID 28 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

MEDAN, GEOSIAR.CO.ID -Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menawarkan sejumlah peluang investasi kepada perusahaan asal Jepang, PT Hankyu Hanshin, dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jumat (27/3/2026). Dua sektor utama yang ditawarkan adalah Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei di Kabupaten Simalungun dan pengembangan transportasi massal bus cepat atau Bus Rapid Transit (BRT) yang tengah direncanakan di Sumut. Pertemuan ini dipimpin oleh Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, yang menyambut kedatangan pimpinan PT Hankyu Hanshin sebagai sinyal positif perluasan kerja sama investasi asing di provinsi tersebut.

KEK Sei Mangkei Sudah Dihuni 25 Perusahaan

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut, Nurbaiti Harahap, memaparkan bahwa KEK Sei Mangkei saat ini sudah dihuni 25 perusahaan dengan Unilever sebagai investor terbesar, saat dikonfirmasi usai pertemuan, 27/3. Ia menambahkan, dua perusahaan asal Jepang sedang dalam tahap pembangunan di KEK tersebut, sehingga kehadiran Hankyu Hanshin berpotensi memperkuat ekosistem industri Jepang di kawasan itu. Investasi di Sumut saat ini masih didominasi oleh investor asal Malaysia dan Singapura, sehingga kehadiran investor baru dari Jepang diharapkan dapat mendiversifikasi sumber modal asing.

Pj Sekda Sulaiman Harahap menegaskan bahwa Pemprov Sumut terbuka terhadap ekspansi investasi Hankyu Hanshin ke sektor yang lebih luas, tidak hanya sektor properti dan residensial yang selama ini menjadi fokus perusahaan. “Kami menyambut baik kedatangan PT Hankyu Hanshin di Sumut. Harapannya dapat mengembangkan investasinya yang sudah ada di Sumut, bukan hanya di sektor properti dan residensial saja,” ujar Sulaiman, 27/3. Sumut memiliki potensi investasi yang luas di sektor pariwisata, pertanian, perkebunan, pendidikan, kesehatan, hingga sumber daya mineral terbarukan.

Hankyu Hanshin Ingin Ekspansi ke Transportasi

Presiden Direktur PT Hankyu Hanshin, Takeda Takashi, menjelaskan bahwa perusahaannya memiliki investasi di delapan negara, dengan sekitar 50 persen portofolio globalnya berada di Indonesia, saat ditemui di Kantor Gubernur Sumut, 27/3. Nilai investasi Hankyu Hanshin di Indonesia diklaim mendekati Rp15 triliun, tersebar di sejumlah proyek properti premium dan komersial termasuk kepemilikan mayoritas Central Park Mall dan Neo Soho Mall di Jakarta, serta proyek residensial di BSD dan Sentul. Di Medan, perusahaan ini sudah berinvestasi di Deli Park dan kawasan Podomoro.

“Di Jepang, awalnya kami adalah perusahaan yang bergerak di sektor transportasi: bus cepat, lintas rel terpadu, dan lainnya. Kalau ada transportasi maka ada terminal dan mal, begitu juga ada kawasan hunian yang semuanya terkoneksi,” jelas Takeda, 27/3. Model bisnis terintegrasi antara transportasi, kawasan komersial, dan hunian yang menjadi keunggulan Hankyu Hanshin di Jepang dinilai sangat relevan dengan kebutuhan pengembangan BRT di Sumut. Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal menuju penjajakan investasi yang lebih konkret di sektor transportasi Sumatera Utara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *