Peneliti Temukan Kebiasaan Main Ponsel di Toilet Berisiko Picu Ambeien 46 Persen Lebih Tinggi

GEOSIAR.CO.ID 11 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Masuk toilet, kunci pintu, buka ponsel. Bagi banyak orang, urutan itu sudah menjadi kebiasaan yang nyaris otomatis. Toilet terasa seperti satu-satunya sudut yang bebas dari gangguan, tempat menengok notifikasi yang menumpuk atau sekadar menggulir media sosial tanpa terburu-buru.

Namun sebuah penelitian yang terbit di jurnal PLOS One pada September 2025 membawa kabar yang kurang sedap bagi para pengguna ponsel di toilet: kebiasaan itu dikaitkan dengan risiko ambeien yang 46 persen lebih tinggi dibanding mereka yang tidak membawa ponsel ke kamar mandi.

Bermula dari Kolonoskopi
Penelitian ini dilakukan tim dari Beth Israel Deaconess Medical Center di Boston, Amerika Serikat, dipimpin Chethan Ramprasad dengan Trisha Satya Pasricha sebagai penulis senior. Mereka merekrut 125 orang dewasa yang sedang menjalani kolonoskopi skrining rutin di rumah sakit tersebut.

Selain diperiksa secara medis, para peserta diminta mengisi survei tentang kebiasaan mereka di toilet: apakah membawa ponsel, berapa lama biasa duduk, seberapa sering mengejan, dan berapa banyak serat yang dikonsumsi setiap harinya.

Hasilnya terdapat 66 persen peserta mengaku menggunakan ponsel di toilet. Dari seluruh peserta, 43 persen terbukti mengidap ambeien yang terdeteksi langsung lewat kolonoskopi.

Bukan Soal Mengejan, tapi Soal Lama Duduk
Selama ini ambeien kerap dikaitkan dengan kebiasaan mengejan terlalu keras. Studi ini justru menemukan gambaran yang berbeda. Setelah dikontrol berbagai faktor seperti usia, jenis kelamin, berat badan, tingkat aktivitas fisik, kebiasaan mengejan, dan asupan serat, mengejan ternyata tidak terbukti berkaitan dengan risiko ambeien dalam penelitian ini. Yang lebih mencolok pengaruhnya adalah durasi duduk di toilet.

Di sinilah ponsel menjadi faktor penting. Sebanyak 37 persen pengguna ponsel di toilet menghabiskan lebih dari lima menit setiap kali masuk kamar mandi, jauh berbeda dibanding hanya 7,1 persen di kalangan yang tidak membawa ponsel. Aktivitas yang paling sering dilakukan adalah membaca berita (54,3 persen) dan membuka media sosial (44,4 persen).

Duduk lama di toilet meningkatkan tekanan pada pembuluh darah dan jaringan di sekitar rektum. Kursi toilet yang berbentuk terbuka juga tidak memberikan penopang pada dasar panggul, sehingga tekanan yang terbentuk lebih besar dibanding duduk di kursi biasa. Kondisi inilah yang diyakini memicu munculnya ambeien.

“Sangat mudah kehilangan rasa waktu saat menggulir ponsel. Aplikasi-aplikasi populer memang dirancang untuk itu,” ujar Pasricha.

Masih Perlu Diteliti Lebih Lanjut
Para peneliti menegaskan bahwa studi ini bersifat observasional dengan sampel yang relatif kecil. Temuannya menunjukkan korelasi, bukan membuktikan bahwa ponsel secara langsung menyebabkan ambeien. Penelitian lanjutan dengan peserta lebih banyak dan waktu pengamatan lebih panjang masih diperlukan untuk memastikan hubungan sebab-akibatnya.

Meski begitu, Pasricha menilai temuan ini sudah cukup sebagai dasar saran praktis. “Kami masih terus mengungkap berbagai cara ponsel pintar dan gaya hidup modern memengaruhi kesehatan. Sangat mungkin cara dan tempat kita menggunakannya, termasuk di kamar mandi, punya dampak yang tidak pernah kita duga sebelumnya,” katanya.

Pasricha menyarankan agar ponsel ditinggal di luar kamar mandi. Jika buang air membutuhkan waktu lebih lama dari biasanya, ia menyebut itu sebagai tanda yang perlu diperhatikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *