Prabowo Pertaruhkan Kepemimpinan demi Jaga Anggaran MBG dari Efisiensi

GEOSIAR.CO.ID 23 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Presiden Prabowo Subianto menegaskan program Makan Bergizi Gratis tidak akan dihentikan maupun dipotong anggarannya di tengah tekanan fiskal akibat krisis Timur Tengah, seraya menyatakan dana untuk program tersebut berasal dari hasil efisiensi dan pengurangan kebocoran anggaran negara. Pernyataan itu disampaikan Prabowo dalam forum diskusi bersama jurnalis dan pengamat yang ditayangkan di kanal video miliknya, Minggu (22/3/2026). “Saya hakulyakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada. Saya pertaruhkan kepemimpinan saya, 2029 kita lihat,” tegas Prabowo.

MBG Dinilai Investasi Strategis, Bukan Beban Anggaran

Prabowo menuturkan program Makan Bergizi Gratis sangat penting untuk mengatasi persoalan stunting yang ia temui di berbagai daerah saat kampanye. “Anda enggak lihat anak-anak yang stunting. Saya lihat, saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa. Saya lihat, saat ia bertanya kepada seorang anak, anak umurmu berapa? 11 tahun, badannya anak 4 tahun,” ujarnya.

Anggaran yang tidak disalurkan ke program Makan Bergizi Gratis dikhawatirkan rawan diselewengkan. “Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan,” katanya. Prabowo menegaskan pemerintah masih memiliki banyak ruang efisiensi di sektor lain. “Jadi jangan ke arah, ‘oke ada krisis nanti kita hentikan MBG’. Masih banyak cara lain yang kita bisa hemat,” kata dia.

Prabowo Klaim Hemat Rp308 Triliun, MBG Tetap Jalan

Prabowo mengklaim dalam beberapa bulan pertama menjabat presiden, pemerintahannya berhasil menyelamatkan anggaran negara sekitar Rp308 triliun dengan menyelisik satu per satu pos belanja negara dan mengurangi pemborosan serta ketidakefisienan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan anggaran untuk program unggulan tidak akan dipotong sama sekali, sementara efisiensi difokuskan pada pos belanja yang dinilai kurang produktif. “Anggaran program unggulan tidak dipotong, sama sekali,” kata Airlangga dalam keterangan pers, Selasa (17/3/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menambahkan kebijakan efisiensi anggaran tidak akan mengurangi program-program unggulan termasuk Makan Bergizi Gratis dan Sekolah Rakyat, sementara pemerintah memilih mengurangi belanja yang dinilai kurang produktif.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *