Pria di Medan Tewas Terikat Setelah Diduga Curi Buah, Keluarga Laporkan ke Polres Pelabuhan Belawan

GEOSIAR.CO.ID 8 April 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

MEDAN, GEOSIAR.CO.IDSeorang pria bernama Dodi Muhammad (29) ditemukan tewas dalam kondisi tangan dan kaki terikat di dalam pekarangan rumah seorang warga berinisial A (50) di Jalan Nakhoda Sulaiman, Lingkungan 5, Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Labuhan, pada Senin (6/4/2026) dini hari. Korban diduga mengalami penganiayaan berat setelah tertangkap basah mencuri buah di pekarangan tersebut. Kepala Lingkungan (Kepling) 5 Kelurahan Sei Mati, Zain, mengisahkan laporan kejadian diterimanya dari warga sekitar pukul 03.00 WIB, dan ia langsung menuju lokasi serta menemukan Dodi tergeletak dalam kondisi tidak sadarkan diri dengan tangan dan kaki terikat, disertai ceceran darah di sekitar tubuh korban.

Kepling Temukan Korban, Segera Lapor ke Polsek Medan Labuhan

Setibanya di lokasi, Zain menggedor pintu rumah A dan menemukan kondisi yang membuatnya segera bertindak. “Sampai di sana, saya gedor lah lokasi ini. Begitu mereka buka pintu, saya masuk, saya lihat (Dodi) tadi sudah terbaring di atas tanah di bagian dalam gerbang,” kata Zain saat diwawancarai di kantor Lurah Sei Mati, Selasa (7/4/2026). Zain kemudian berlari ke Polsek Medan Labuhan untuk melaporkan kejadian tersebut, dan petugas kepolisian langsung menuju lokasi.

Zain juga sempat menyaksikan pihak A menyerahkan senjata tajam yang diduga milik korban kepada petugas yang datang ke lokasi. Pemilik rumah A kini tidak berada di rumahnya dan nomor teleponnya tidak dapat dihubungi sejak sore hari berikutnya.

Keluarga: Harusnya Diserahkan ke Polisi

Ayah korban, Zulkarnaen (56), mengakui mendapat informasi dari tetangga bahwa anaknya dianiaya karena tertangkap mencuri buah, namun ia tidak mengetahui jenis maupun jumlah buah yang dicuri. Zulkarnaen sangat menyayangkan perlakuan yang diterima anaknya dan menegaskan seharusnya Dodi diserahkan saja ke pihak berwajib jika memang terbukti bersalah.

“Kami sebagai orang tua tidak tahu kejadian anak saya. Mengambil buah saja, tapi masa sampai disiksa begini, sampai dia meninggal,” kata Zulkarnaen saat ditemui di rumahnya di Lorong 3 Mesjid Lingkungan 10, Kelurahan Sei Mati, Selasa (7/4/2026). Jasad Dodi dibawa ke RS Bhayangkara untuk diautopsi, dan setelah jenazah tiba di rumah duka, keluarga menemukan memar-memar di kepala dan wajah serta darah di hidung dan mulut korban. Pihak keluarga telah membuat laporan resmi ke Polres Pelabuhan Belawan dan berharap kasus ini diusut tuntas serta para pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *