Renovasi Kompleks Rumah Dinas Rp 25 Miliar Jadi Perhatian, Gubernur Kaltim: Bukan Hanya untuk Saya

GEOSIAR.CO.ID 8 April 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

JAKARTA, GEOSIAR.CO.ID -Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud memberikan penjelasan terkait anggaran renovasi rumah dinas gubernur yang mencapai Rp 25 miliar, dengan menegaskan bahwa dana tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi kediaman pribadinya, melainkan mencakup kompleks fasilitas pemerintahan yang lebih luas termasuk rumah dinas wakil gubernur dan area pendopo. Penjelasan itu disampaikan Rudy di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (7/4/2026), menyusul pertanyaan publik atas besarnya anggaran renovasi tersebut. Rudy mengatakan perencanaan dan besaran anggaran tersebut telah melalui mekanisme di Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), dan dirinya tidak secara langsung mengajukan atau menetapkan nilai renovasi itu.

Fasilitas Termasuk Ruang Pertemuan 500 Orang dan Guest House

Anggaran Rp 25 miliar itu bersifat menyeluruh karena kompleks rumah dinas juga berfungsi sebagai tempat penerimaan tamu daerah dan kegiatan masyarakat, mencakup pendopo, guest house, dan ruang pertemuan hingga kapasitas 500 orang. Rudy menekankan fasilitas tersebut adalah aset milik pemerintah daerah yang juga digunakan untuk kepentingan publik, bukan properti pribadi kepala daerah.

“Jadi intinya kalau Rp 25 miliar itu tidak hanya untuk rumah Gubernur, tapi juga Wakil Gubernur dan pendopo-pendopo yang ada di situ karena ada guest house-nya,” jelas Rudy kepada wartawan di Senayan, Selasa (7/4/2026).

Kondisi Awal Tidak Layak Huni

Rudy mengungkapkan kondisi rumah dinas sebelumnya tidak layak karena sudah lama tidak ditempati oleh pejabat terdahulu, dan perbaikan mencakup penggantian elektronik, toilet, lampu, sofa, hingga televisi yang sebelumnya tidak ada atau dalam keadaan rusak. Ia memilih tinggal di rumah dinas demi efisiensi kerja, berbeda dengan pejabat sebelumnya yang memilih menginap di hotel.

Saat ini proses renovasi sudah rampung dan rumah dinas tersebut telah ditempati. “Kalau sebelum-sebelumnya nggak pernah ditempati, bisa menginap di hotel. Kalau saya nggak, saya di rumah dinas saja biar lebih efektif, efisien, dan produktivitasnya lebih baik,” ungkap Rudy, Selasa (7/4/2026).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *