Stok Beras Bulog Sumut 54.250 Ton, Masih Akan Ditambah 31 Ribu Ton dari Jakarta
GEOSIAR.CO.ID 28 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID -Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Utara memastikan stok beras di gudang perusahaan saat ini mencapai 54.250 ton, jumlah yang dinilai cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pangan pokok di provinsi tersebut setidaknya hingga dua bulan ke depan. Pemimpin Kantor Wilayah Bulog Sumut, Budi Cahyanto, menyatakan stok yang tersedia mencakup kebutuhan untuk program bantuan pangan bagi 1,7 juta penerima manfaat alokasi Februari hingga Maret 2026 sebesar 35.000 ton, serta sisa yang diperuntukkan bagi program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan keperluan lainnya. Masyarakat Sumatera Utara diimbau tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan beras dalam waktu dekat.
Tambahan 31 Ribu Ton dalam Perjalanan dari Jakarta
Budi Cahyanto mengungkapkan stok yang ada akan semakin diperkuat dengan kedatangan pasokan beras tambahan dari Jakarta sebanyak 31 ribu ton yang dikirim secara bertahap dalam keterangannya di Medan, 27/3. “Ditambah ke depan adanya pasokan beras dari Jakarta sebanyak 31 ribu ton yang dikirim secara bertahap untuk memperkuat stok,” ujarnya. Penguatan stok ini menjadi langkah antisipatif menghadapi masa panen petani yang berlangsung di tengah musim kemarau, di mana kondisi gabah relatif lebih cepat kering dan siap diserap.
Bulog Sumut juga aktif menyerap gabah kering panen langsung dari petani di berbagai kabupaten sebagai upaya meningkatkan stok dari sisi produksi dalam negeri. Penyerapan dilakukan dari sejumlah sentra produksi padi di Sumut, antara lain Kabupaten Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Simalungun, dan Batu Bara. Tim serap gabah Bulog Sumut disiapkan untuk tetap beroperasi selama masa libur Lebaran guna tidak melewatkan momentum panen petani.
Bantuan Pangan Mulai Kembali Disalurkan
Setelah sempat terhenti selama libur Lebaran, Bulog Sumut mulai menyalurkan kembali bantuan pangan kepada para penerima manfaat per Sabtu (28/3/2026). Penyaluran pascalibur ini merupakan kelanjutan program bantuan pangan pemerintah yang menyasar 1,7 juta keluarga penerima manfaat di seluruh wilayah Sumatera Utara. Budi menambahkan bahwa petani diimbau segera memanen padi saat sudah masuk waktu panen agar hasil yang diperoleh maksimal, mengingat kondisi musim kemarau di sebagian besar wilayah Sumut membuat gabah lebih cepat siap panen.