Tembok Perbatasan AS–Meksiko Terus Dibangun di Santa Teresa, Target Rampung Januari 2028

GEOSIAR.CO.ID 13 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

CIUDAD JUAREZ, GEOSIAR.CO.ID – Pembangunan bagian baru tembok perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko terus berlangsung di kawasan Santa Teresa, New Mexico, dengan para pekerja memasang fondasi beton dan rangka baja sebagai struktur dasar penghalang sepanjang garis perbatasan internasional. Foto-foto yang diabadikan pada Rabu (11/3/2026) memperlihatkan aktivitas konstruksi di salah satu titik perbatasan tersibuk antara negara bagian New Mexico dan Ciudad Juarez, Chihuahua, Meksiko.

Departemen Keamanan Dalam Negeri AS atau DHS pada 17 Februari 2026 telah menunjuk Parsons Government Services Inc. sebagai perusahaan yang mengawasi dan mengelola penyelesaian pembangunan tembok perbatasan secara keseluruhan.

Tiang Baja Hitam Setinggi 9 Meter, Dipasang di Belakang Pagar Lama

Proyek Santa Teresa mencakup pembangunan dinding sekunder sepanjang sekitar 7 mil atau lebih dari 11 kilometer, menggunakan tiang-tiang baja hitam setinggi 9 meter yang dipasang di belakang pagar lama setinggi 5,5 meter yang sudah ada sebelumnya. Proyek serupa juga berjalan di kawasan Anapra dekat Ciudad Juarez sepanjang sekitar 1,3 mil, sebagai bagian dari upaya penguatan penghalang fisik di sejumlah titik rawan penyelundupan manusia dan narkotika. Pembangunan ini menggunakan dana sisa anggaran yang dialokasikan Kongres AS pada tahun fiskal 2020 dan 2021.

Selesai Januari 2028, Sebelum Akhir Masa Jabatan Trump

Sekretaris Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat Kristi Noem dalam wawancara pada 10 Februari 2026 menyatakan pembangunan tembok perbatasan dijadwalkan rampung pada Januari 2028, lebih awal dari target Presiden Donald Trump yang menetapkan batas waktu sebelum akhir masa jabatannya pada 2029. Proyek ini menjadi bagian dari agenda utama pemerintahan Trump untuk memperketat kontrol perbatasan selatan AS, yang mencakup panjang total sekitar 3.145 kilometer mulai dari Teluk Meksiko hingga Samudra Pasifik. Sejumlah seksi tembok yang sudah berdiri sebelumnya dibangun menggunakan baja berlubang yang sebagian diisi beton, dirancang agar lebih sulit dipotong dibandingkan pagar kawat baja yang dipakai sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *