Korban diidentifikasi sebagai Abdul Rohman Harahap (20), warga Desa Parsalakan, Kecamatan Angkola Barat, Kabupaten Tapanuli Selatan. Peristiwa terjadi sekitar pukul 11.30 WIB saat korban bersama rekannya Asrihadi Risky (16) berenang agak jauh dari bibir pantai di Pantai Barat Desa Simarlelan, Kecamatan Muara Batang Toru.
Ombak besar datang tiba-tiba dan menyeret keduanya semakin jauh ke tengah laut, menimbulkan kepanikan. Masyarakat yang menyaksikan kejadian segera memberikan pertolongan dan berhasil menyelamatkan Asrihadi Risky, sementara Abdul Rohman Harahap tidak berhasil ditemukan dan diduga terbawa arus.
Personel TNI, Polri, dan Warga Lakukan Pencarian
Komandan Koramil 01/Batang Toru Kodim 0212/Tapanuli Selatan, Kapten Inf. Sarkani Nasution, membenarkan kejadian tersebut saat dihubungi ANTARA. Ia menjelaskan bahwa personel TNI, Polri, dan masyarakat setempat bersama-sama melakukan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan informasi lanjutan yang dihimpun dari pemberitaan ANTARA Sumut, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari yang sama, Senin (23/3/2026) sore. Proses evakuasi jenazah dilakukan oleh tim gabungan dengan melibatkan unsur SAR setempat.
Pantai Barat Sumatera Kerap Renggut Nyawa
Kapten Inf. Sarkani Nasution mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat beraktivitas di pantai, mengingat gelombang di Pantai Barat Sumatera cukup berbahaya dan tidak dapat diprediksi.
Pantai Barat Sumatera, khususnya di kawasan Tapanuli, dikenal memiliki karakteristik gelombang yang kuat dan arus bawah laut yang berbahaya. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya juga telah mengeluarkan peringatan terkait potensi gelombang tinggi di perairan Samudra Hindia bagi Pantai Barat Sumatera pada periode yang berdekatan.