Tips Pilih Kue Kering Lebaran: Waspadai Warna Mencolok dan Pastikan Segel Kemasan Utuh

GEOSIAR.CO.ID 13 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id

SURABAYA, GEOSIAR.CO.ID – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, masyarakat diimbau lebih teliti dalam memilih kue kering agar terhindar dari produk yang mengandung bahan tambahan ilegal atau tidak memenuhi standar keamanan pangan. Ahli gizi Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Mahmud Aditya Rifqi mengingatkan konsumen untuk memperhatikan sejumlah aspek fisik dan legalitas produk sebelum membeli.

Kue kering seperti nastar, kastengel, dan putri salju termasuk produk dengan risiko penggunaan bahan tambahan yang perlu diwaspadai.

Warna Terlalu Mencolok Bisa Jadi Tanda Peringatan

Mahmud menjelaskan bahwa penggunaan pewarna, pengawet, maupun pemanis dalam kue kering sebenarnya diperbolehkan oleh undang-undang dan BPOM selama sesuai jenis dan batas aman yang telah ditentukan. Namun, konsumen perlu mewaspadai produsen yang menggunakan bahan tambahan ilegal atau tidak terdaftar. “Jika warna kue tampak sangat mencolok atau tidak natural, sebaiknya dihindari karena bisa jadi menggunakan pewarna yang tidak sesuai ketentuan,” kata Mahmud Aditya Rifqi dalam keterangan yang dikutip sejumlah media, Kamis (12/3/2026).

Segel dan Kemasan Wajib Diperiksa Sebelum Membeli

Selain warna, Mahmud menekankan pentingnya memeriksa kondisi fisik kemasan sebelum transaksi dilakukan. Segel yang sudah terbuka atau rusak berpotensi membuat kue terpapar udara lembap sehingga kualitas dan keamanannya tidak terjamin. Konsumen juga dianjurkan memastikan kemasan tidak retak, penyok, atau mengeluarkan bau yang tidak wajar seperti aroma tengik.

Cek Izin Edar dan Terapkan Prinsip Konsumsi 3J

Mahmud menyarankan konsumen untuk mengutamakan produk yang telah memiliki izin edar resmi dari BPOM sebagai jaminan bahwa produk tersebut telah melalui proses pengawasan keamanan pangan. Bagi masyarakat yang ingin menjaga kesehatan selama Lebaran, ia merekomendasikan penerapan prinsip konsumsi 3J, yaitu memperhatikan jenis, jumlah, dan jadwal konsumsi. Konsumsi kue kering sebaiknya dibatasi hanya sekitar 10 hingga 20 persen dari total kebutuhan kalori harian mengingat kandungan gula dan kalorinya yang cukup tinggi.

Membuat Kue Sendiri Jadi Alternatif Lebih Aman

Mahmud menyebut membuat kue kering sendiri di rumah sebagai pilihan yang dapat meminimalkan risiko paparan bahan tambahan yang tidak diinginkan. Dengan cara itu, konsumen dapat mengontrol secara langsung kualitas bahan baku serta kadar gula yang digunakan. Pilihan ini sekaligus membantu menjaga keseimbangan pola makan setelah menjalani puasa selama Ramadan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *