Trump Ancam Serang Pembangkit Listrik Iran, Warga AS di Luar Negeri Diminta Waspada
GEOSIAR.CO.ID 23 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
WASHINGTON, GEOSIAR.CO.ID -Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengeluarkan peringatan keamanan global pada Minggu (22/3/2026) yang mewajibkan seluruh warga AS di luar negeri, khususnya di kawasan Timur Tengah, untuk meningkatkan kewaspadaan di tengah eskalasi konflik antara koalisi AS dan Israel melawan Iran. Peringatan itu juga menyoroti potensi hambatan perjalanan akibat penutupan wilayah udara yang dapat terjadi sewaktu-waktu, serta ancaman terhadap fasilitas diplomatik AS. Langkah ini diambil bersamaan dengan ancaman Presiden Donald Trump bahwa AS akan menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik Iran jika Teheran tidak membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam.
Dubes AS untuk PBB Perkuat Ancaman Trump
Duta Besar AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa Mike Waltz menegaskan ancaman tersebut saat tampil dalam sebuah program televisi AS dan ditanya soal langkah yang akan diambil Trump jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada Senin (23/3/2026) malam. “Dia akan mulai dengan menyerang dan menghancurkan salah satu pembangkit listrik terbesar Iran. Ada pembangkit listrik tenaga gas dan jenis pembangkit lainnya,” kata Waltz.
Departemen Luar Negeri AS pekan lalu juga telah memerintahkan seluruh pos diplomatik di seluruh dunia untuk segera meninjau postur keamanan mereka guna mengantisipasi situasi yang tidak menentu di Timur Tengah dan potensi dampak lanjutannya. Untuk memastikan keselamatan, warga AS diminta mendaftar melalui laman step.state.gov guna mendapatkan pembaruan keamanan terkini, serta memantau saluran komunikasi resmi Departemen Luar Negeri AS.
Iran: Ancaman Hanya Perkuat Persatuan Kami
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menolak keras ancaman tersebut dan menyatakan tekanan dari luar hanya mempererat persatuan rakyat Iran. “Ilusi menghapus Iran dari peta menunjukkan keputusasaan melawan kehendak bangsa yang sedang mencetak sejarah,” tulis Pezeshkian di platform X, Senin (23/3/2026).
Pezeshkian menegaskan Selat Hormuz terbuka bagi semua pihak kecuali mereka yang melanggar wilayah Iran, dan pihaknya siap menghadapi ancaman yang disebutnya tidak masuk akal di medan perang. Markas besar angkatan bersenjata Iran sebelumnya juga menyatakan siap menutup selat tersebut tanpa batas waktu jika Trump melaksanakan ancamannya.