Beragam Bantuan Terlihat Menumpuk Tanpa Kejelasan Distribusi
Dalam rekaman video yang beredar, tampak berbagai jenis bantuan tersimpan di dalam gudang. Barang-barang yang terlihat antara lain tikar, selimut, ember, selang air, kereta sorong, dan paket sembako termasuk mi instan Supermi. Selain itu, terdapat makanan ringan yang disebut berasal dari Angkatan Laut, paket logistik bertanda Akabri 89, serta tabung gas elpiji yang seharusnya mendukung operasional dapur umum warga terdampak. Temuan ini memancing kemarahan publik yang mempertanyakan alasan bantuan tersebut belum tersalurkan.
Bencana Banjir dan Longsor Sibolga Telan 54 Korban Jiwa
Video itu muncul di tengah proses pemulihan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Kota Sibolga sejak akhir November 2025. Pemerintah Kota Sibolga menetapkan status tanggap darurat sejak 25 November hingga 24 Desember 2025. Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana, bencana itu menewaskan 54 orang, menyebabkan 1 orang hilang, dan 61 orang luka-luka, dengan 2.096 warga mengungsi di 35 titik lokasi. Hingga Maret 2026, Pemkot Sibolga masih menjalankan proses rehabilitasi dan pembangunan hunian tetap bagi korban.
Polres Sibolga Koordinasi Intel, Pemkot Belum Beri Klarifikasi
Humas Polres Sibolga Hadi Sitanggang, saat dikonfirmasi wartawan pada Rabu (11/3/2026), menyatakan pihaknya perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan satuan intelijen sebelum memberikan keterangan. “Kami akan konfirmasi dulu ke Intel terlebih dahulu informasi yang beredar tersebut,” ujarnya singkat. Hingga berita ini diturunkan, Wali Kota Sibolga Akhmad Syukri Nazry Penarik maupun instansi terkait lainnya belum memberikan keterangan resmi mengenai status bantuan yang terlihat dalam video tersebut. Identitas pemilik atau pengelola gudang di kawasan Panombonan juga belum dapat dipastikan.