Viral Gerombolan Gedor Pintu Kos di Medan Selayang, Polisi Turun ke Lokasi dan Pastikan Tidak Ada Barang Hilang
GEOSIAR.CO.ID 13 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Sebuah video yang memperlihatkan gerombolan orang menggedor-gedor pintu kamar kos hingga membuat penghuni ketakutan viral di media sosial dan menarik perhatian publik.
Kejadian itu berlokasi di Jalan Setia Budi, Gang Gereja Karo, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan, Sumatera Utara, pada Sabtu (7/3/2026). Polsek Sunggal langsung menindaklanjuti peredaran video tersebut dengan turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Polisi Wawancarai Penghuni Kos, Tidak Ada Laporan Kehilangan
Kanit Reskrim Polsek Sunggal Iptu Harles Gultom menyatakan personelnya telah mendatangi tempat kejadian perkara dan mewawancarai penghuni kos terkait kejadian tersebut. “Menindaklanjuti berita viral tersebut, personel Polsek Sunggal sudah mendatangi TKP,” kata Harles, Kamis (12/3/2026). Berdasarkan keterangan yang dihimpun, tidak terbukti ada penghuni kos yang kehilangan barang maupun laptop sebagaimana yang dinarasikan dalam unggahan viral tersebut.
Gerombolan Ternyata Penawar Obat Abate, Bukan Pelaku Kriminal
Harles menjelaskan bahwa sebelum kejadian viral itu, memang ada seorang pria dan seorang wanita yang mendatangi kos tersebut untuk menawarkan obat abate, yakni obat pembasmi jentik nyamuk yang lazim digunakan untuk mencegah demam berdarah dan malaria. Mereka mengetuk pintu kamar-kamar kos secara berulang kali sebagai bagian dari kegiatan penawaran tersebut. “Kami berharap masyarakat dapat membantu kami dengan memberikan informasi yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya agar tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujar Harles, Kamis (12/3/2026).
Kepala Lingkungan Konfirmasi Tidak Ada Pengancaman dengan Pisau
Kepala Lingkungan 3 Kelurahan Sempakata I Kecamatan Medan Selayang, Julina Adhani Harahap, menyebut dirinya juga telah turun ke lokasi bersama Lurah Sempakata untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Julina telah meminta keterangan langsung dari para penghuni kos yang terekam dalam video viral itu. “Saya tanya kalau untuk yang hilang-hilang di sini, katanya hilang laptop, hilang handphone, kata mereka nggak ada. Untuk pengancaman juga nggak ada. Cuman anak-anak itu pada takut karena mereka mengetuk-ngetuk,” kata Julina, Rabu (11/3/2026).
Narasi yang beredar di media sosial menyebutkan gerombolan itu mengancam penghuni kos menggunakan pisau dan mencuri barang bawaan mereka. Hingga berita ini diturunkan, tidak ada bukti yang mendukung narasi tersebut berdasarkan hasil pengecekan polisi maupun keterangan kepala lingkungan setempat. Polisi mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.
www.geosiar.co.id

