Wanita Tewas Tertabrak Kereta Angkutan BBM di Siantar Timur
GEOSIAR.CO.ID 23 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
PEMATANGSIANTAR, GEOSIAR.CO.ID -Seorang wanita bernama Masyati, 44 tahun, warga Jalan Tongkol, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Timur, tewas tertabrak kereta api pengangkut bahan bakar minyak relasi Siantar–Labuhan, Minggu (22/3/2026) sore. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.55 WIB di KM 47+500, tepatnya di petak jalan antara Stasiun Siantar dan Stasiun Dolok Merangir. Korban yang saat itu berada di jalur rel terpental ke sisi luar akibat hantaman kereta.
Korban Terpental, Warga Langsung Lapor Polisi
Akibat kejadian itu, korban mengalami luka parah dan meninggal dunia di tempat. Warga sekitar yang menyaksikan kejadian langsung melaporkan insiden tersebut kepada pihak berwenang. Aparat kepolisian yang tiba di lokasi segera melakukan olah tempat kejadian perkara serta mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit terdekat untuk proses identifikasi lebih lanjut.
KAI Hentikan Kereta Tiga Menit, Tegaskan Rel Bukan Ruang Publik
Pelaksana Tugas Manajer Humas KAI Divre I Sumatera Utara Anwar Yuli Prastyo menjelaskan bahwa saat kejadian, kereta melakukan Berhenti Luar Biasa untuk memastikan kondisi lokomotif dan rangkaian tetap aman. Setelah dipastikan aman, perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 16.58 WIB dengan keterlambatan kurang lebih tiga menit. Petugas juga segera memberikan peringatan kepada perjalanan kereta berikutnya agar meningkatkan kewaspadaan saat melintas di lokasi tersebut.
KAI menegaskan bahwa jalur rel merupakan area terbatas dengan risiko tinggi yang tidak diperuntukkan bagi aktivitas masyarakat umum. “Kami mengimbau masyarakat untuk tidak berada di ruang manfaat jalur kereta api. Keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” tegas Anwar Yuli Prastyo, Minggu (22/3/2026).