Terbit di Jurnal Internasional Terindeks Scopus Q1, Riset Hendrik Sitompul: Inovasi, Tata Kelola, dan Regulasi Harus Bersinergi agar Energi Hijau Untungkan Bisnis
GEOSIAR.CO.ID 11 Maret 2026 Penulis : ph@gseosiar.co.id
MEDAN, GEOSIAR.CO.ID – Anggota DPR RI periode 2019–2024 sekaligus Wakil Bendahara Umum DPP Partai Demokrat, Dr. Drs. Hendrik Halomoan Sitompul, MM, berhasil menerbitkan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi tinggi sebagai bagian dari perjalanan doktoralnya di Universitas Brawijaya, Malang.
Artikel berjudul “Use of Renewable Energy to Enhance Firm Performance: A Systematic Review” dimuat di jurnal Sustainability terbitan MDPI, Swiss, pada 22 Oktober 2024. Hendrik Sitompul bertindak sebagai penulis utama bersama tiga akademisi Universitas Brawijaya, yaitu Muhammad Saifi, Benny Hutahayan, dan Sunarti dari Departemen Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Administrasi.

Jurnal Sustainability terindeks Scopus dengan peringkat Q1, skor SJR 0,688, dan H-Index 207, menjadikannya salah satu jurnal paling berpengaruh di bidang keberlanjutan dan lingkungan global. Artikel ini diterima setelah melalui proses peer review ketat.
Telah 27 Artikel dari Seluruh Dunia
Hendrik Sitompul dan tim menelaah ratusan artikel menggunakan metode Systematic Literature Review yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik dan panduan pelaporan PRISMA. Dari 340 artikel yang terjaring di basis data Scopus (2010–2024), tim menyaring menjadi 27 artikel untuk dianalisis secara mendalam. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggabungan analisis bibliometrik dan PRISMA dalam satu studi, yang menurut penulis belum pernah dilakukan sebelumnya.
Tiga Faktor Kunci Adopsi Energi Terbarukan
Penelitian ini mengidentifikasi bahwa keberhasilan perusahaan dalam mengadopsi energi terbarukan sekaligus meningkatkan kinerja bisnis tidak ditentukan oleh satu faktor tunggal, melainkan oleh sinergi beberapa elemen penting. Salah satu faktor utama adalah inovasi perusahaan. Perusahaan yang memiliki budaya inovasi yang kuat cenderung lebih cepat mengintegrasikan teknologi energi bersih dalam operasionalnya. Kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi serta keterbukaan terhadap solusi baru membuat proses transisi menuju energi terbarukan dapat berjalan lebih efektif.
Selain itu, tata kelola perusahaan juga memegang peran penting. Struktur dewan direksi yang efektif, termasuk adanya keberagaman gender dalam kepemimpinan, dapat mendorong pengambilan keputusan yang lebih progresif terkait penggunaan energi terbarukan. Tata kelola yang baik tidak hanya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang.
Faktor lain yang tidak kalah penting adalah regulasi pemerintah. Kebijakan yang dirancang secara tepat dan disertai dengan berbagai insentif dinilai lebih efektif dalam mendorong perusahaan untuk berinvestasi pada energi hijau. Dibandingkan dengan regulasi yang terlalu ketat tanpa dukungan, pendekatan yang memberikan insentif dan kepastian bagi pelaku usaha dapat mempercepat adopsi energi terbarukan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Manfaat Nyata bagi Bisnis
Adopsi energi terbarukan terbukti meningkatkan efisiensi biaya energi, reputasi perusahaan, kepatuhan terhadap regulasi lingkungan, serta kinerja ekspor dan daya saing global. Meski manfaat finansial langsung tidak selalu terlihat dalam jangka pendek, investasi energi hijau tetap penting untuk perspektif jangka panjang.

Pesan untuk Indonesia
Hendrik Sitompul menyoroti ketergantungan Indonesia pada energi fosil. Data World Air Quality 2023 menempatkan Indonesia sebagai negara dengan polusi udara tertinggi di Asia Tenggara dan peringkat ke-14 dunia. Ia menekankan bahwa transisi energi hijau memerlukan sinergi inovasi internal dan regulasi pemerintah agar efektif dan berdampak nyata bagi bisnis serta lingkungan.
Sebagai alumni PPRA ke-52 Lemhanas RI, Hendrik Sitompul menyatakan pencapaian ini bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal tanggung jawab lebih besar untuk kemajuan bangsa.
www.geosiar.co.id

